Google
 
Tuesday, November 14, 2006
Mystery Of Love ( VII )


Pagi Hun…masih capek karena perjalanan semalam? Sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan tour ke Altes Rathaus atau semacam old town hall untuk kamu, cepat mandi gih, aku tunggu di sana jam 10, please jangan telat, Miz U so much!

Aku baca e mail dari Cintaku dengan mata setengah terpejam, aku tatap langit-langit kamar sambil mengumpulkan nyawa yang masih belum menyatu dengan tubuhku.
Sepuluh menit sudah cukup waktuku untuk bengong di atas kasur, dan kemudian bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu.
Selesai Subuh, Hpku yang masih aku silent, bergetar lagi.

Masih bobok? Gak subuhan ya? Gimana dengan tawaran tour privatnya? Reply ASAP please

Aku pun menggelengkan kepalaku dan membalas,

Sabar, aku lagi melipat mukena nih, iya jadi Insya Allah…Oke, ga usah dibalas deh, aku mau tidur dulu 1-2 jam, ngantuk banget Cinta…c u

Jam 10.15 menit, aku baru sampai ke Altes Rathaus, Vienna, aku lihat Cintaku bergegas menuju arahku dan merentangkan tangannya.
“Maaf Cinta, aku te….” Belum selesai kalimat itu aku ucapkan, kamu sudah memelukku erat dan menciumi rambutku.
“Aku rindu kamu Hun…Rindu sekali” Kamu mengelus-ngelus rambutku dan mempererat pelukanmu.
“Iya sama Cinta, aku pun rindu….hmm, kamu bau Zeus.” Kataku sambil melonggarkan pelukanmu.
Kamu tertawa memandangku, ah semakin tampan saja kamu apalagi dengan penampilan barumu, kumis tipis di atas bibirmu. “Rambutmu juga bau es krim mint.” Katamu sambil mengambil beberapa helai rambut sampingku dan menciumnya.
“Kukira dengan kumismu, daya penciumanmu berkurang Cinta…” kataku memandangnya usil.
Kamu tersipu malu,”Kalau tak suka, akan aku cukur…”
Aku berbisik di telingamu,”Aku suka kamu Cinta, apa adanya…” dan memberikan kecupan di pipimu.
Selesai mengitari Altes Rathaus, kita pun duduk di café yang berada di dekat situ.
“Ada apa?” kataku, merasa jengah kamu memandangku lama.
“Tidak...hm…” kamu mempermainkan gelas mungil black coffee mu.
“Ada apa Cinta ? aku mengulangi lagi pertanyaanku.
“Hun, selama sebulan aku harus kembali ke Jakarta, aku harus memeriksa pertanggungjawaban cabang di Jakarta dan sekaligus aku ingin bertemu dengan anak-anakku.” Kamu berkata pelan agar aku benar-benar memahami setiap ucapanmu.
Aku terdiam beberapa saat, meneguk cappucino caramelku dan berkata, “Okay Cinta, aku mengerti. Kamu tentunya juga akan melepas kangen dengan istrimu kan…” suaraku rada tercekat pada kata ‘istrimu’.
“Hun, maaf, tapi yah, mungkin aku juga akan melepas kangen dengan dia, tapi kan bukan itu tujuan utamaku ke Jakarta kan?” kemudian kamu meraih tanganku dan menggenggamnya.
“Aku mengerti Mas…ngerti banget, posisiku…statusmu...itu semua sudah risikoku ketika aku memutuskan untuk berhubungan denganmu.” Kuusap tanganmu lembut.
“Terimakasih Hun…Kamu tahu perasaanku kepadamu” kamu pun tersenyum kepadaku.
Dan aku memaksakan senyumku kepadamu.
Menjelang tidur malamku, air mataku terus bercucuran, aku tak tahu perasaan sebenarnya yang ada dalam hatiku, membayangkan kamu dengan perempuan lain yang merupakan istri sahmu. Terus teringat kata-kata yang pernah diucapkanmu sewaku pertama kalinya kita mengobrol ”Aku kangen dengan anak-anakku”.
Berbagai perasaan campur aduk dalam hatiku, perasaan bersalah, cemburu, rindu, ah..tidurku tak tenang malam itu.
Hpku yang telah kusilent bergetar, e mail dari Mas Nata.

Maafkan aku Hun…kamu tidak marah kepadaku kan ?

Aku tidak membalas e mailmu.

To be continued...


 
posted by angin-berbisik at 7:25 AM ¤ Permalink ¤


13 Comments:


  • At November 14, 2006 9:12 AM, Blogger M. Raul Yasin Widjayabrata

    aku syeremm denger ceritanya, takut mengalami menjadi istri sahnya....takut mengalami menjadi 'hun' si other...dan takut menjadi 'cinta' sipembawa petaka....

     
  • At November 14, 2006 12:17 PM, Blogger Munawir

    he he he....
    bagus nih cerber... kadang ngeselin karena pas lagi seru-serunya eh malah TO BE COUTINUED...

    mba kalo bisa penokohannya jangan kontradiktif... kalo bisa ga usah diekspos ttg ibadahnya si ARA... karena ada adegan ciuman dan pelukan... padahal konsepnya tuh... solat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.. sedangkan nyium atau meluk orang lain yang bukan psangan sah kan perbuatan keji dan mungkar... kalo bisa di hidden aja tuh mengenai status keagamaannya... kalo bisa tokohnya jangan muslim deh....

    ha ha ha... asal ngritik nih...

     
  • At November 14, 2006 12:21 PM, Anonymous tyka82

    hmmmm....
    *mikir*
    jadi perempuan ke-dua....

    *merenung*
    manusiawi sih benernya....

    *merenung lg*
    tapi menyakitkan bagi semua orang.

    *jd penasaran gmn endingnya*

    eh, saran si Munawir patut dipertimbangkan loh Mbak...

     
  • At November 14, 2006 1:14 PM, Blogger afin yuliani

    di dunia nyata saya melihat betapa susahnya menjadi si orang kedua, terkadang harus menahan perasaan, cinta memang susah ditahan ya, gak sanggup deh kayaknya kalo aku jadi si tokoh beneran,
    mommy tia....halah kok super sedih genee, oh ya itu adegan sholatnya hmmm...jadi serasa hal aneh ditengah ciumna n pelukan, aduuh to be continued deh....

     
  • At November 14, 2006 2:02 PM, Blogger maya

    yah itulah nasib 'perempuan gelap' bersedia jadi tempat penghiburan, tapi ketika butuh dihibur malah ngabur..hehehe

    bai de wei email gag dibales..cemburu nih yaaa..;)

     
  • At November 14, 2006 3:22 PM, Blogger Nora Umres

    Tulis aja terus. Ada sholat, ada ciuman, ada gelap-gelapan. Gpp. Nyatanya emang gitu. Orang pada sholat, tapi juga pada korupsi, selingkuh, musuhan sama tetangga, nyakitin hati rakyat. Gpp. Orang pada sholat, tapi dapetnya cuma capek. Nyatanya emang gitu. Entar kalo udah jadi-di, naaahhh, baru ditengok ulang.

     
  • At November 15, 2006 5:43 AM, Anonymous Zahra

    Waduuuh si Ara... masih ingat sholat juga yah?! buseeet deh, siangnya meluk Misua orang...malamnya tobat. hahahaha

     
  • At November 15, 2006 6:33 AM, Blogger angin-berbisik

    m.raul : Kalau memang itu misalnya sudah garis hidup kita mbak? hehe

    munawir : hai dek, thanks buat usulannya...mbakmu ini cuman mengemukakan sebuah kenyataan yang sering tjd :p

    tyka82 : thanks

    afin : sebenernya itu ga aneh mbak, banyak yang sholat tapi melakukan lebih dr itu...just a fact..

    nora umres : yupe , i agree with you nora

    zahra : duh duh commentnya hehe

     
  • At November 15, 2006 6:34 AM, Blogger angin-berbisik

    maya : tau aja kamu may...hahaha

     
  • At November 15, 2006 9:36 PM, Anonymous morsas

    comment dikit ah tuk nora n' tia :
    klo contoh yang buruk-2 itu yaa jangan dipublishlah apalagi ikut membudayakannya meskipun memang fact-nya demikian . Kata orang alim sih jangan mengumbar aib saudara sendiri .
    tapi..tapi mo tanya nih ini cerpen apa biografi tia sih?

     
  • At November 16, 2006 7:53 AM, Blogger angin-berbisik

    morsas : bukannya saya ikut membudayakan, tapi saya hanya berusaha utk jujur dengan keadaan yg ada, tulisan ga harus sesuai ama keadaan yg ideal >> ini menurut saya.

    btw, penasaran amat mas? kalo mas anggap ini biografi saya ya monggo...berarti cerita saya bagus kali ya, sampai ada anggapan seperti itu. ;p, thanks buat reviewnya

     
  • At November 17, 2006 1:17 AM, Anonymous morsas

    Tia >>
    jujur juga kan ada etika nya heheheheh menurut morsas
    btw,Swear morsas gag penasaran :)
    cuman klo mang biografi yaa ??????
    (jawab sendiri deh)

     
  • At November 17, 2006 7:53 AM, Blogger angin-berbisik

    to morsas :
    Ya setiap org punya pendapat yg berbeda2... yang penting adalah saling menhargai, oke diskusi ini saya tutup...*duk duk* ( mukul palu kecil ) hehe, btw, thx buat morsas yg cukup aktif komen...salam...