Pandanganku menyapu bangunan-bangunan tua yang berada sepanjang sungai di Amsterdam. Setelah dari pagi tadi aku mengambil gambar bangunan-bangunan tua tersebut dengan menggunakan kamera digitalku, rasanya asyik sekali sampai-sampai tidak terasa beberapa kilometer terlewati dengan berjalan kaki ( bisa saja sih aku menyewa sepeda, tapi aku ingin sekali-sekali napak tilas dengan kakiku ), dan akibat berjalan kaki rasanya kedua kakiku mulai terasa pegal. Di atas water bus yang aku naiki dari central station Amsterdam, rasanya impas sudah rasa capek akibat berjalan kaki tadi, tergantikan oleh pemandangan yang kudapat dari atas water bus ini. Mendengar pemandu yang berbicara dua bahasa, dutch dan english membuatku teringat akan kamu. Kamu yang serba tahu akan sejarah berdirinya suatu bangunan kuno. Ah, aku rindu sekali kepada Cintaku itu. Saat ini sudah larut malam atau pagi di Jakarta, aku kurang tahu dan ketika water bus ini melewati Stadhuis semacam town hall, aku pun menulis e mail kepadamu.Malam Cinta, sudah lama kamu tidak mengirimkan kabar untukku…sibuk sekali ya? Dapat salam cinta dari atas water bus. Luv n Miz U
Message Sent
Ketika water bus melewati Rijks Museum, Hpku pun memekik pelan.
Balasan e mail darimu.
Ah…Amsterdam - Belanda yah, salah satu negara yang paling bagus tata kotanya. Hun, aku memang sibuk sekali akhir-akhir ini, maaf tidak sempat menghubungimu. Tapi percayalah dalam setiap tarikan nafasku dan debaran di dadaku yang ada hanyalah namamu…Aku rindu sekali Hun.
Aku tersenyum membaca balasanmu, andai kamu tau Cinta, sebelum tidur malam pun, aku selalu menyebut namamu, berharap akan mimpi indah denganmu.
Ketika water bus di depan Beurs yang merupakan Stock Exchangenya Belanda. Hpku memekik lagi, namun kali ini ada telepon masuk. Aku lihat layarnya…hm…siapa ini yah.
Aku : Hello….
Suara di seberang : Hello Hun…
Aku : ( Sumringah ) Mas Nata?
Suara di seberang : Kok Mas Nata sih…tumben…biasanya Cinta.
Aku : ( Tertawa ) Hehehe, iya Cinta, aku kaget aja kamu telpon…belum tidur ?
Mas Nata : Ingin mendengar suaramu sebelum tidurku.
Aku : ( Tersenyum ) Ini di rumah ? Bagaimana keluargamu Cinta ?
Mas Nata : Aku di balkon hehehe, anak-anakku sehat, mereka sudah tidur dari tadi.
Aku : Istrimu sehat ?
Mas Nata : Iya Hun, dia juga sudah tidur. Bagaimana kamu Hun, kabarmu.
Aku : Sehat Cinta, hatiku saja yang rada lelah.
Mas Nata : Tau kok hun…tau
Aku : ( tersenyum ) Kok tau….
Mas Nata : Lelah karena menunggu kabarku kan ? hehehe…maaf Hun
Aku : ( menghela nafas ) Nevermind…I understand kok.
Mas Nata : Good Gal…
Aku : ( terdiam )
Mas Nata : Kok diam ? Ohya, aku taruhan, kita pasti akan ketemu lagi secepatnya.
Aku : Kok kamu bisa yakin gitu Cin ?
Mas Nata : ( tertawa ) Lihat saja nanti Hun, okay…aku dah puas dengar suara kamu.
Aku : Bobok gih…mimpiin aku yah, hehehe
Mas Nata : Gak usah disuruh…I love you
Aku : Love you too
Mas Nata : I Miss you
Aku : Miss you too
Mas Nata : I need you
Aku : Need you too
Mas Nata : Oke..see you soon Hun...Muacchhhh
( terdengar suara kecupan di seberang sana )
Aku : ( mengecup pelan ) muach….
Klik..sambungan terputus...
Hatiku tenang sekaligus hampa, kekasih yang kupuja jauh di negeri seberang.
To be continued...









wah wah jalan jalan mulu nih..enak yaaa..