Google
 
Sunday, December 03, 2006
For u...pah



Papah sayang,
My beloved father,
The best daddy in the world,


Ah...Betapa inginnya aku, Pah membaca semua tulisanku ini...Hasil karyaku. Taukah Pah ?
Semua ini aku dedikasikan untukmu, orang pertama yang menyuruhku menulis.."Kamu ada bakat say, pah suka tulisanmu, jujur, polos, terbuka dan apa adanya...jarang ada penulis seperti itu, pah suka baca tulisanmu di friendster, my life goals, pah gak nyangka kamu bisa nulis seperti itu" kata Pah tempo dulu lewat telepon. Kata-katamu itulah pah, yang membuat aku semakin terpacu untuk menulis, kemudian aku menulis Story.. Yang kemudian aku posting di blog friendsterku. Dan pah bilang, pah tak mampu menahan air mata ketika membaca itu..."Gak tega aku say, pah gak kuat bacanya sampai selesai", aku terdiam di ujung telepon, dan ikut menangis.
"Pah, aku nulis tuh, banyak...ada puisi, cerita kemarin pas di Bandung, ada foto-fotonya Baby yang baru, pah lihat semua yah, semua buat papah"."Iya, nanti pah lihat, lagi ngirit nih buat ke warnet, warnet disini kan mahal wuk, mending buat telepon dengarin suaranya Baby".
Aku yakin pah, suatu saat pasti pah baca semuanya, ada kepuasan dalam batinku, ketika pah baca. Karena memang semua aku tulis untuk papah, my first fans...
Aku teringat akan sajak lugu di kartu ulang tahun yang aku berikan untuk papah di hari ultahnya waktu aku di SMP.
"Dad, since i have you, i am not afraid anymore with 3 legs and one big eye monster, because you will protect me from that terrified monster, i love you daddy"
Begitu juga aku pah sekarang, aku tidak takut menulis apa saja tentang perjalanan hidupku, tentang apa yang ada dalam fikiranku..."Biar orang bisa mengambil pelajaran berharga dalam kehidupan kamu say, gak apa-apa tulis saja" karena aku yakin pah akan senang baca tulisanku,"Aku ingin kau jadi penulis say"...Belum pah...aku harus membenahi hidupku dulu yang sempat keluar dari garisnya...Menulis hanya bisa kujadikan sampingan, sebagai pelampiasanku yang kurang mampu mendialogkan kata-kata dengan baik.
Aku ingin membahagiakanmu pah, orang yang selalu mendukung aku, bahkan sampai aku terperosok dalam jurang terdalam pun, pasti ada tangan papah yang siap menggapaiku...Selalu mengingatkan aku di kala aku terlalu bahagia, dan menopang aku di kala aku jatuh.
Sahabat sejatiku...My Wonderful Father.



 
posted by angin-berbisik at 8:27 AM ¤ Permalink ¤


8 Comments:


  • At December 03, 2006 10:03 AM, Blogger maya

    dukungan dari orang2 tercinta memang selalu bisa memberi kita semangat untuk memberikan yang terbaik untuk hidup..termasuk juga menulis cerita2 indah ini mba :)

     
  • At December 03, 2006 2:47 PM, Blogger Munawir

    hiks... salam buat ayah deh... ayahku sih lebih pendiem... so ga kelihatan apresiatif terhadap anaknya.. tapi aku tau kok kali dia tuh deep inside sayang banget sama anak-anaknya...

     
  • At December 03, 2006 5:42 PM, Blogger Dewie Sekar

    Jadi kangen sama ortuku di Smg niy...

     
  • At December 03, 2006 7:06 PM, Blogger Anisa

    Bahagialah mbak Tia yang memiliki sosok seorang bapak yang selalu mensuport putra-putrinya.Bisakah kita memberikan hal yang sama kepada anak-anak kita kelak...?
    Nah itu PR buat kita, sebagi ortu. Betul mbak Tia...?

     
  • At December 03, 2006 10:21 PM, Blogger NiLA Obsidian

    bersyukur jeng Tia....

    kadang kita juga baru menyadari peran orang tua, setelah kita ada di posisi mereka...
    setelah kita juga merasakan punya anak.....

    baru merasakan susah nya jadi orang tua....
    baru merasakan penting nya support orang tua pada anaknya...

    salam buat 'Pah' mu ya jeng....

     
  • At December 03, 2006 10:45 PM, Anonymous Anonymous

    jadi kangan ama papi di semarang :D tapi gimana? mau telpon juga tetep jauh. mau ke semarang gak isa sering2 ato kantong bocor. hhheeeeehhhh...

     
  • At December 03, 2006 11:07 PM, Blogger amethys

    bagus sekali dik Tya...emang koq...Dad n mom are the best ....setuju buanget..
    emang tulisan kamu menarik koq....terus nulis yah

     
  • At December 04, 2006 7:30 AM, Blogger angin-berbisik

    maya : iya, berkat papah yang terus mendorongku menulis, akhirnya ada kisah2 yang mengalir di blog ini

    munawir : setiap org mengeskpresikan kasih sayangnya dengan berbeda2 dek...pasti ayahmu orang yang sukses, karena berhasil mendidik anaknya jadi org yg sukses juga

    dewie sekar : yuk ke semarang yuk hehehe

    anisa : Insya Allah kita harus lebih mbaik mbak...amin...

    nila : yah, sewaktu kita masih jadi anak2 kadang kita suka salah mengartikan arti perhatian dari mereka, dikira mereka bawellah, cerewetlah, tetapi setelah kita di posisi spt mereka juga, kita baru tau maksud yg sebenarnya

    matahari : ungkapkan aja segala kekangenan kamu dlm blog..seperti aku

    amethys : yes, they are the best...