Google
 
Monday, October 30, 2006
My Sins ( Lomba Blog 2006 )

I
Dosaku bertebaran di jalan berdebu,
Dalam sosok pemulung dan penyapu jalan,
Mengapa aku bilang itu adalah dosaku…
Karena aku membiarkan saudaraku hidup dalam keterbatasan,
Aku tak mampu berbuat apa-apa, karena aku pun belum mampu,
Melihat mereka, membuatku lebih bersyukur,
Melihat anak-anak mereka, membuatku memeluk dan mencium anakku,

II
Dosaku bertumpu dalam rumah kardus,
Dalam bentuk susunan papan triplek rapuh,
Mengapa aku bilang itu dosaku…
Karena aku membiarkan saudaraku hidup dalam ketidakpastian,
Lagi-lagi aku tak mampu berbuat apa-apa, hanya bisa mendo’akan mereka,
Semoga hidup mereka selalu bahagia, semoga batin mereka selalu tercukupi,
Melihat kegigihan mereka mencari sesuap nasi, sebagai cambuk buatku,
Melihat rajinnya anak mereka sekolah dengan keterbatasan, menjadi pengajaran buat anakku,

III
Dosaku juga berada di tenda-tenda pengungsian,
Dalam sosok pengungsi tsunami, gempa, banjir bandang, dan lumpur panas,
Mengapa aku bilang itu dosaku…
Kamu sudah tahu jawabannya tanpa aku ulang lagi…aku belum mampu membantu meringankan beban mereka…
Hanya bisa ikut prihatin atas nasib mereka..para saudaraku…
Melihat keikhlasan mereka, membuatku malu karena aku belum tau artinya ikhlas,
Melihat tawa anak-anak mereka, mengingatkan anakku untuk tetap riang di kala susah,

IV
Aku malu saudaraku…
Aku belum bisa sesabar, setabah dan seikhlas kalian….
Padahal kalian sudah kehilangan banyak…yakni,
Kesempatan untuk hidup layak di negeri kita sendiri,
Harta benda berharga hasil jerih payah kalian,
Bahkan nyawa orang-orang yang kalian cintai,
Sungguh kalian manusia yang kuat,
Apa yang bisa aku bantu untuk kalian saudaraku ?
Untuk meringankan beban kalian…
Maafkan aku saudaraku sayang, maafkan aku….
Jujur, aku belum mampu secara materi,
Saudaraku, aku yang harus belajar banyak tentang hidup dengan kalian,
Kalianlah guruku, untuk mata pelajaran Kesabaran, Ketabahan, dan Keikhlasan,
Cemetiku agar aku lebih bersyukur…
Ya Allah Ya Robb…
Ampunilah dosa-dosa saudaraku…janganlah uji mereka di luar batas kemampuan mereka…muliakanlah hidup mereka…tempatkanlah orang-orang yang mereka sayangi, yang telah lebih dulu Engkau panggil ke tempat layak di SisiMu…


Semarang, 29 Oktober 2006


Terinspirasi dari forward-an sms seorang teman, salah seorang korban tsunami Aceh, yang kehilangan anak dan suaminya :

“Memandangi foto2 ratu, aq mlht ada danau di 2 bola mtnya. Ada angin smilir, kbhgiaan saat ia melambai mnju surga. Aq spt mlht biduk sndri. Ada angsa yg berenang di permukaan danau, ada psn ttentu kpdku mamanya saat ia melambai mnju surga. Aq spt mlht atap langit, ada pelangi yg mjembatani jalur lgkhnya mnuju sebuah rumah mungil diatas bukit. Ada isyarat di mt ratu agar aq mperbaiki pagar2 y punah thempas glmbg tsunami. ( aq kgn anakku, mhn doanya buat kel aq ya. Tq ) sms dari Nana-Aceh”

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:51 AM ¤ Permalink ¤ 7 comments
Bisikan Angin Kepada Tuhannya ( Lomba Blog 2006 )
Tuhan, semoga Engkau membaca postinganku ini…
Bahkan sebelum aku mengetik di komputerku ini,
Bahkan ketika rangkaian kata-kata yang kutulis ini masih serabutan di otakku,
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Tuhan, aku menulis ini, bukan karena masih nuansa lebaran,
Bukan juga karena aku ingin pergi ke Bali atau mendapatkan Hp CDMA,
Ini terjadi secara kebetulan Tuhan, kebetulan yang semoga membawa berkah,
Tetapi harusnya sudah dari dulu aku tulis ini,
Ketika aku mulai memikirkannya,
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Tuhan, maafkan kelancanganku, hambamu yang berotak lancang ini…
Sering aku berfikir Tuhan,
Apa yang Engkau harapkan kepadaku ketika Engkau menciptakanku ?
Aku harus menjadi manusia seperti apa Tuhan,
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Apakah sama dengan yang aku harapkan ketika aku melahirkan putri kecilku ?
Semoga dia menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada orang tua dan negara ?
Tuhan, apakah harapanMu sama dengan harapan orangtuaku ?
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Saat ini aku belum mampu mewujudkannya Tuhan,
Hatiku masih kerdil Tuhan, masih ada sisa-sisa keangkuhan dalam diriku,
Di salah satu sisi hidupku saja, aku belum bisa melewatinya dengan baik,
Masih terjaga gengsiku Tuhan, sebagai manusia…yang masih merasa benar,
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Tuhan, kenapa aku masih merasa hidup ini sudah cukup indah ?
Bahkan sewaktu aku masih belum bisa membagi maafku untuknya,
Mengapa aku bisa cepat berpuas diri Tuhan…dengan keadaanku yang seperti ini,
Tuhan, Engkau pasti mengharapkan aku menjadi manusia yang ikhlas,
Ikhlas dalam menerima segala ujianMu,
Engkau juga pasti mengharapkan aku dapat lulus dari semua cobaanMu kan?
Walau aku sering mendapat nilai C, D, E dalam setiap ujianMu dan aku harus mengulangnya dengan cobaan yang lebih berat,
Menurutku, tiada yang bisa meraih nilai A Tuhan, kecuali RasulMu
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Tuhan, aku manusia biasa,
Manusia dengan dosa sebanyak buih di lautan,
Mengerikan Tuhan…mengerikan…
Terkadang aku takut, Engkau tidak mengharapkan aku lagi menjadi hambaMu,
Tapi Engkau masih memberiku hidup Tuhan,
Masih membiarkan aku secara rakus menghirup udara yang berlimpah ini,
Yang kuanggap suatu pemberian kesempatan lagi untukku,
Untuk memperbaiki kadar keimananku,
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Tuhan, beribu kali aku mendatangiMu dalam shalatku,
Selalu saja dengan prolog yang sama….
Ampuni dosa-dosa ku Tuhan,
Dan epilog yang sama….
Kabulkanlah do’a-do’aku Tuhan,
Aku malu Tuhan….aku malu,
Baru kusadari ternyata hamba ini sangat pamrih kepadaMu
Bahkan kepadaMu yang menciptakanku…
Mengapa di saat aku meminta ampunan atas dosa-dosa ku, aku juga minta Engkau mengabulkan setiap pintaku…
Padahal dosaku banyak Tuhan…sebanyak buih di lautan,
Engkau sudah tahu Tuhan…pasti sudah tahu…
Tuhan, lewat postingan ini…
Sekali lagi, maafkanlah aku,
Ampunilah dosa-dosaku…
Dan semoga aku bisa menjadi hamba yang Engkau harapkan,
Amin…


Semarang, 29 Oktober 2006
*Dialog tunggal tanpa suara*

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:32 AM ¤ Permalink ¤ 0 comments
Maaf yang Terbaik ( Lomba Blog 2006 )
Bagi saya, maaf bisa identik dengan bersalaman ( khususnya di hari lebaran ), sungkeman kepada orang yang lebih tua ( sungkeman juga bisa diartikan untuk memohon doa restu ), kemudian kata maaf yang langsung diucapkan kepada peminta maaf kepada calon pemberi maaf ( masih calon, sebab belum tentu yang dituju akan memberikan maafnya ). Tetapi ada juga maaf yang dikonotasikan lain, saya pernah membaca sms dari seseorang yang secara tidak langsung ditujukan kepada saya, isinya seperti ini kira-kira : “Maaf-maaf aja ye, si xxx itu gak selevel ma gue..dst”, kalau maaf yang seperti itu, pasti maksudnya si penulis sms itu tidak sedang meminta maaf atas dosa yang telah dilakukannya kan? Malah mungkin saja si penulis sms itu sedang menciptakan sebuah dosa yang baru? Wallaahualam.
Sekedar intermezzo, saya ingin mencantumkan, arti maaf bagi anak saya. Bagi Baby, maaf bisa berarti ia masih peduli terhadap saya dan masih menghormati saya sebagai maminya. Contohnya : Sewaktu ia nakal, tidak mau nurut dengan saya, saya pun tegas dengan dia, namun karena dia masih membandel, saya pun marah dengan dia, marah saya cenderung dengan memakai ilmu hitungan ( seperti ini,”Baby kalau tetap seperti itu, mami terpaksa masukin kamu ke kamar mandi, suka atau gak.” Dan mulailah saya menghitung,”Satu, dua, ti…” . “Mami, maafkan aku….” Langsung deh dia seperti itu, sambil ciumin tangan saya. Namun terkadang tanpa saya pakai ilmu hitungan, dia juga sering memeluk saya dan minta maaf, sampai sering saya nebak-nebak sendiri, kenapa yah dia tiba-tiba minta maaf ? Oh, ternyata lantai keramik di ruang tengah sudah di coret-coret sama dia atau kenakalan-kenakalan ala anak usia 4 tahun lainnya, jadi sebelum dipergokin dengan saya, dia dah buruan minta maaf terlebih dahulu ( kreatif juga cara berfikirnya yah ).
Maaf yang baik menurut saya adalah maaf yang benar-benar tulus dan ikhlas, tidak terlalu penting apakah maaf itu harus diucapkan keras-keras di lapangan bola, mungkin lebih bermakna kalau kita langsung bisikkan pelan ke telinga orang yang bersangkutan sambil memeluknya erat ( *halah* romantisku keluar..hehehe ), dan akan lebih bermakna lagi, kalau dengan meminta maaf maka sembari kita teguhkan hati ini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama terhadap dia ( iyalah, kalau kita hobi minta maaf, tapi besok-besok mengulangi kesalahan yang sama, bisa-bisa orang yang kita tuju jadi ilfil, dan menjuluki kita *mpok minah mode on* di bajaj bajuri), tetapi maaf yang terbaik, yakni apabila dia ( orang yang kita tuju untuk meminta maaf dan diberi maaf ) sudah bisa kita masukkan namanya dalam setiap rangkaian do’a-do’a kita yang dipanjatkan kepada Allah SWT, dimana kita mendo’akan hidupnya selalu bahagia dan sejahtera…yang kita panjatkan dengan tulus dan ikhlas…jadi tanpa harus meminta maaf kepada yang bersangkutan secara langsung pun, saya rasa ini adalah maaf yang terbaik.


Note :
Namun saat ini, yang sering saya lakukan untuk meminta maaf adalah dalam bentuk puisi ( karena saya kurang pandai mengatakan maaf secara langsung dan sering ditolak mentah-mentah hehehe ), saya fikir itu lebih mengena masuk ke dalam sanubari yang bersangkutan *halah-halah*.

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:01 AM ¤ Permalink ¤ 0 comments
Sunday, October 29, 2006
Renungan Nuansa Lebaran ( Lomba Blog 2006 )
Maafkan hatiku...
Yang masih belum bisa ikhlas memaafkanmu,
Maafkan hatiku...
Yang masih mengingat memori lara yang kamu cipta,
Maafkan hatiku...
Yang masih memanjakan kemarahan kepadamu,
Maafkan hatiku...
Yang masih terkotori nafsu untuk ganti melukaimu,
Maafkan hatiku...
Yang belum bisa mengerti makna hari yang Fitri khususnya kepadamu,
Maafkan hatiku...
Yang masih mengikuti keegoisanku untuk tidak mengetahuimu lagi,


Maafkan hatiku...pintaku padamu...( teriakku lantang )
Belum...belum bisa aku ! ( dalam hati )
Belum bisa memaafkanmu.....( lagi-lagi dalam hati )
Maafkan aku Ya Allah...sucikanlah hatiku ini...ijinkan dosaku melebur sempurna...
Mudah-mudahan aku bisa memaafkannya...tanpa harus menunggu lebaran tahun depan.

Semarang, 29 Oktober 2006

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:22 AM ¤ Permalink ¤ 0 comments
Friday, October 27, 2006
Pictures Of Idul Fitri
 
posted by angin-berbisik at 11:59 AM ¤ Permalink ¤ 3 comments
Wednesday, October 25, 2006
Membuka Maaf Melebur Dosa ( Lomba Blog 2006 )
Membaca tema di atas, bagi saya adalah sesuatu yang mudah sekaligus berat untuk di lakukan. Memaafkan orang lain, seperti teman yang misalnya telah berbuat salah kepada kita, bagi saya adalah hal yang mudah. Sekaligus juga apabila saya yang meminta maaf terlebih dahulu, itu juga hal yang mudah. Saya merasa, saya dan teman saya itu tadi adalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Manusiawi gitu loh…Dan misalnya permintaan maaf saya tidak dibalas dengan teman saya itu, bagi saya juga bukan merupakan hal yang saya anggap susah ( apalagi sampai gak bisa tidur berhari-hari *halah* ), karena sewaktu saya minta maaf ke dia, saya juga langsung serahkan kepada yang di Atas, biarlah Dia yang memaafkan dosa saya, karena saya sudah ikhlas meminta maaf kepada teman saya.
Tetapi yang sulit bagi saya sekarang ini adalah bagaimana cara saya bisa memaafkan dan meminta maaf kepada orang-yang-pernah-masuk-dalam-kehidupan-saya-dan-anak-saya. Sampai lebaran ini pun, saya masih belum dapat melakukannya, dan dia pun juga belum merasa perlu meminta maaf kepada saya, ditandai dengan tidak adanya sms / telepon dari dia.
Sudah dua kali lebaran saya lalui hanya berdua dengan anak saya ( yang kemudian bergabung dengan keluarga besar saya ), lebaran tahun kemarin dan lebaran tahun ini. Lebaran tahun kemarin merupakan lebaran yang paling kelabu cenderung hitam ( maaf saya lebih dramatisir lagi ;) ) dalam hidup saya, karena yang seharusnya acara kumpul dengan keluarga besar sewaktu lebaran menjadi saat bersuka cita, tapi saya malah harus menahan malu dan air mata karena saat itu orang-yang-pernah-masuk-dalam-kehidupan-saya-dan-anak-saya diam-diam meninggalkan rumah sewaktu bulan Ramadhan dan tidak ikut berlebaran dengan kami. Tetapi masalah tersebut bisa diselesaikan sementara ( baca yah..cuman sementara ! ). Saya memutuskan menyusul beliau ke tanah kelahirannya pasca lebaran, dan saya sungkem dengan beliau ( orang-yang-pernah-masuk-dalam-kehidupan-saya-dan-anak-saya ) dan kemudian kami pun bermaaf-maafan disertai acara mata berkaca-kaca dan berpelukan mesra ( *halah* ) Wah, saat itu rasanya otak kami yang sama-sama panas tersiram oleh air es dari kutub utara yang dingin. Saat itu juga dalam hati saya merasa, saya sudah melupakan dosa-dosanya hanya dengan kata maaf dari mulut dia, dan saya wajar juga dong kalau merasa dosa-dosa saya juga pasti sudah dilupakan oleh beliau lewat sungkeman kasih sayang dan kata-kata maaf saya. Tapi sayangnya tidak…peristiwa sungkeman yang tertunda ( karena terjadi H+2 Hari Lebaran tahun lalu ) hanya merupakan simbol belaka karena toh akhirnya kami berpisah juga, dengan alasan yang terlalu complicated dari beliau, makanya saya selalu menanyakan kepada dia, “Lah, arti reaksimu setelah sungkeman dulu pas lebaran ki opo ?” ( dan lagi-lagi jawaban dia gak pernah memuaskan saya ). Oleh sebab itu, lebaran tahun ini, masih menjadi saat yang tersulit bagi saya untuk membuka pintu maaf kepada beliau, karena saya gak ingin permintaan maaf saya dan permintaan maaf dari dia ( kali-kali aja…kalau beliau minta maaf ) hanya sekedar permintaan maaf di mulut, yang tersampaikan hanya dari lisan saja, tapi besok-besoknya ‘gremeng-gremeng’ lagi. Masih menjadi impian dan wacana saya, bahwa suatu saat nanti ( tidak perlu tunggu momen lebaran kalau bisa ) saya bisa membuka pintu maaf yang selebar-lebarnya dan juga mampu berbesar hati untuk meminta maaf kepada beliau, tunggu deh, saya akan memantapkan hati saya ini dulu yang sudah terlalu porak poranda…saya akan bangun lagi hati saya ini dengan darah keikhlasan yang dipompa dari jantung kesabaran saya. Hal tersebut ( membuka maaf dan melebur dosa kepada beliau ) masih menjadi ganjalan dan peer buat saya di hari-hari mendatang. Di momen lebaran tahun ini, masih belum bisa saya membuka pintu maaf dan berbesar hati meminta maaf terhadap beliau, jadinya saya masih merasa belum bisa melebur dosa-dosa saya secara sempurna ( walau misalnya saya telah meraih malam Lailatul Qadar sekali pun ), tapi saya tidak berkecil hati, karena semua kejadian membawa hikmah bagi saya ( TIPS : hikmah itu gak usah dicari, nanti juga pasti kerasa / muncul sendiri ), yakni rasa tenang lahir-bathin yang saya dapatkan setelah berpisah dan rasa kebersamaan yang lekat dengan keluarga besar, yang saya baru sadar kalau ternyata itu sangat indah dan nikmat.
Sambil memantapkan hati untuk mengerjakan peer saya di atas tadi, saya akan lebih memperhatikan permintaan maaf dari orang-orang di sekitar saya, seperti permintaan maaf dari pembantu keluarga kami yang sering salah mengerjakan tugas, permintaan maaf dari anak saya kalau dia melakukan kesalahan dan kemudian saya membalas permintaan maaf mereka dengan senyuman ikhlas. Juga tidak lagi gengsi untuk meminta maaf duluan kalau saya melakukan kesalahan, tanpa harus menunggu tahun depan saat lebaran tiba. Mudah-mudahan sikap-sikap harian saya seperti itu bisa melebur dosa saya. Oke…Maafkan saya yah !

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 8:50 AM ¤ Permalink ¤ 2 comments
Tia dan Baby mengucapkan...
 
posted by angin-berbisik at 7:34 AM ¤ Permalink ¤ 6 comments
Thursday, October 19, 2006
Buka Puasa tgl 18-10-06
Akhirnya aku bisa buka bareng dengan 3 sahabatku dari SMA. Persahabatan yang udah terjalin selama 12 tahun. Dulu sih banyak sahabatnya, tapi semenjak tahun 1999 yang masih eksis dan awet ya tinggal kita berempat, Saya, Ossi, Achie, dan Dini. Tempat yang akan kita tuju untuk buka puasa bareng adalah GAMA Ikan Bakar & Seafood, JL. MT. Haryono 870 A Bangkong.



Ini atas rekomendasinya Cici ( mbaknya Ossi ), ternyata emang T O P banget.Tempatnya asyik buat ngobrol, bisa di dalam atau di teras belakang. Dan yang terpenting makanannya enak dan harganya terjangkau. Tidak heran tempat ini ramai dikunjungi untuk berbuka puasa. Kita janjian jam 19.00 harus sudah sampai sana…( tapi tetep aja molor beberapa menit )

Aku yang bertugas menjemput Dini,dan Ossi yang menjemput Achie. Tapi dengan suksesnya dari 2 arah yang berbeda, aku dari arah Semarang Barat, sedangkan Ossi dari arah Banyumanik, kita bisa nyampe di lokasi berbarengan, hehehe. Dari tempat parkir kita udah ketawa-ketawa, apalagi setelah duduk di meja, wah bisa dipastikan paling ramai.
Setelah disodorin daftar menu, akhirnya kita pesan Baronang bakar, Srimping (kerang pipih) goreng,


Kepiting super masak mentega, Sambel Pecel Terong ( yee ternyata terongnya mentah ), Taoge ikan asin, dan beveragesnya Terong Belanda Punch + es teh, ( yang istimewa…aku yang pesen nih, sahabatku pada ketawa, “hobi banget makan terong lu Ya…” si Ossi malah mikir itu terong sayur yang diblender, hehehe ), lainnya pada pesen minum standar semua hehehe, Ossi pesen juice tomat ama es teh, Dini es jeruk dan es teh, dan Achie jeruk hangat dan air putih hangat ( wah, dia pasti punya pribadi yang hangat hehehe ), sambil menunggu pesanan, kita ngobrol melepas rindu yang menggebu *halah*, yang seru nggodain Ossi yang masih pengantin baru sebulan ini…huhuhu, trus rencana pernikahan Achie yang akan diadain perengahan Januari, trus pada tanya siapa orang yang lagi deket ama saya ( uhuks ) dan kabarnya si Baby juga, tapi…loh si Dini kok gak ditanyain apa-apa yah,


huhuhu kelupaan, karena dia sibuk ketawa ngakak mulu denger cerita kita. Trataaa…akhirnya pesanan kita datang…waks..semua pada *kaget mode on*, melihat ikan baronang bakar yang ternyata kecil banget ( mana cukup buat empat orang yang kelaparan ? hehehe ), ohya di Resto ini kita bisa milih sambelnya sendiri, ambil sesuai selera kita sendiriberbagai macam jenis sambel yang tersedia ( sambel kecap, sambel jeruk, sambel dabu-dabu, sambel colo-colo, sambel dondong, dll ), selain itu juga dapet sambel terasi dalam leyeh kecil nan imut.


Sebelum makan, tidak lupa saya meminta kecap manis ma waiter ( tak bisa makan tanpa kecap manis ). Eh, diketawain lagi deh ama sahabat2 ku itu…”Hihihi, dari dulu ampe sekarang Tia gak berubah, tetep doyan kecap dan rada telmi *walah, gak berhubungan*…”. Back to ikan Baronang yang kecil itu, akhirnya kita memutuskan untuk pesen lagi, untuk memuaskan hasrat terpendam perut kita, Ikan Bawal goreng dan Cumi goreng tepung…dengan syarat gak pake lama…huhuhu. Pas makan, herannya kok pada tenang ya..so quite gitu loh…( iya karena emang dah pade laperr…hehehe ), sampai-sampai suara HP bunyi, ada telepon atau sms masuk dari suami n pacar kita cuekin, huhuhu. Habis makan, tak lupa kami poto-poto, didahului oleh inisiatif saya yang ratunya narsis…hehehe.

SO.. Penilaian kami semua malam itu….semua yang kami pesen enak-enak semua ( yang paling enak cumi goreng tepungnya, yang renyah krenyes krenyes plus saosnya yang mantap kali)tambah enak lagi karena yang bayar Ossi huhuhu…( thanks ya Os, THR nya BRI pasti gede yak hehehe ). SO, tunggu lagi deh cerita halal bihalal kita ( pasca lebaran ) yang rencananya akan makan-makan lagi, di resto/café yang berbeda ( diharamkan tuh bagi mereka dateng ke resto yang sama..huhuhu ).

*Thanks buat Aa' Purwa, utk bantuan upload poto2na*

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 4:21 PM ¤ Permalink ¤ 7 comments
Tuesday, October 17, 2006
Poems...
Our Satisfaction


Aku bayangkan,
Kamu dan aku berdua,
Berada di tempat yang indah,
Firdausnya dunia...
Pengunungan di Siberia?
Dataran tinggi Tibet?
Kastil tua di Austria?
Tumpukan gunung salju di Swiss?
Atau bermesraan di gondola Venesia?
Ah Sayang,
Bagiku...YM saja sudah menjadi tempat yang paling indah bagi kita untuk menghabiskan waktu.
Semarang, 14 Oktober 2006

Desire


Melihat wajahmu...
Seketika itu gairahku melayang,
Membuat keinginanku untuk bertemu kamu,
Inginnya bercumbu denganmu dan hatimu,
Memberikan seluruh cinta dan kasih sayangku,
Dan membuang jauh-jauh nafsuku,
Kamu yang melindungiku,
Menarikku ke dalam rengkuhanmu,
Memberikan rasa aman dan nyaman,
Cintaku...
Aku hanya bisa memberikan perhatian dan kehangatan,
Yang selama ini kamu cari,
Aku akan memelukmu sampai kamu tidak lagi merasa dingin dan sepi....
Semarang, 16 Oktober 2006

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 7:51 AM ¤ Permalink ¤ 10 comments
Saturday, October 14, 2006
Lelaki di dalam jendela
Melihatmu pertama kali,
Lewat jendela kamarku,
Sosokmu begitu indah,
Menggugah gairah terdalamku,
Rambut panjang halus tergerai,
Berkilauan di timpa mentari pagi,
Sungguh tiada cela...
Aku pun jatuh cinta sejak pertama melihatmu,
Senyum manis selalu tersungging di bibir penuhmu yang merekah indah,
Yang selalu kukecup dalam lamunan siangku...
Duhai dewi yang selalu lewat depan jendelaku,
Ingin aku menyapamu,
Tapi setiap akan kulakukan itu...
Mulutku seakan terkunci rapat,
Dan suaraku hilang entah kemana,
Matamu yang bersinar indah,
Berkerjap bagai batu permata di hatiku,
Membuatku ingin suatu saat bayangku berada dalam sinar matamu,
Cantiknya...Manisnya kamu,
Membuatku gemas ingin merengkuhmu dalam pelukanku,
Ingin suatu saat kamu menangis dalam dekapanku, dan
Aku akan nyanyikan senandung cinta yang akan membuatmu kembali tersenyum,
Cantikku,...
Aku tak mampu berfikir nakal ketika melihatmu,
Bagiku kamu sangat berharga,
Sehingga membayangkanmu tanpa seutas benang saja aku tak akan bisa,
Duhai dewi...
Lima tahun sudah berlalu,
Jendela kamarku masih belum berubah,
Hanya saja kamu yang berubah,
Bukan...bukan sosokmu,
Sosokmu masih teramat sangat indah bagiku...
Semenjak pertama aku melihatmu,
Hanya saja, senyum manis sudah tidak lagi menghiasi wajahmu...
Mata indah itu tidak lagi bersinar, kilaunya sudah hilang bagai ditelan kesuraman,
Mereka bilang, ayahmu telah menjualmu kepada tauke lintah darat,
Akibat hutang yang tak terbayar,
Cantikku,...
Kemana lenyapnya harapan yang kamu tanam,
Harapan semua perawan di masa kolonial,
Bisa menikah dengan orang yang dicintai dan syukur bisa mengenyam pendidikan ala Kartini,
Aku yang berada di dalam jendela tidak mampu berbuat apa pun,
Ketika hari ini mata kita bertemu lagi untuk yang kesekian kalinya,
Ketika hanya mata yang berbicara untuk beberapa saat...sepersekian menit, entahlah...
Kemudian entah apa yang ada dalam otakku, ketika bibirku bergerak, tanpa suara...
Mengatakan "selamat tinggal cantik" kepadamu,
Sungguh betapa menyesalnya aku ketika mengatakan itu,
Bahkan ketika aku lihat kamu menatapku tak percaya,
Mengatupkan kedua tanganmu di mulut,
Dan genangan air mulai berbayang di bola matamu,
Aku tak tau apa lagi yang bisa aku lakukan untukmu,
Besok, kamu akan menjadi pengantin ayahku,
Menjadi istri muda ayahku, ibu tiriku....
Aku segera tutup jendela itu, dengan sosok dewi cantikku yang masih berada di baliknya,
Tidak akan bisa aku buka lagi entah sampai kapan,
Dan isakku pun mulai terdengar...
Isak diantara rasa lemah dan ketidakberdayaanku,
Sebagai seorang lelaki yang tidak mampu memperjuangkan cintanya.

Semarang, 12 Oktober 2006


Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 2:11 PM ¤ Permalink ¤ 4 comments
Timpukan Peer ...
Ternyata kemarin ditimpuk peer dari 2 orang blogger, astrid ama dek zawa, oke aku kerjakan langsung deh ( beda 1 - 2 hari semenjak ditimpuk ), karena gak enak saja rasanya kalau punya hutang ke orang lain...hehehe

APAKAH KAMU
1. Iri hati pada orang lain:
Wah....ga tuh, mungkin karena hidup orang lain yang kita iri in belum tentu juga sebagus pandangan mata kita.
2. Kamu mengandalkan 'beauty' or 'personality':
Hm...kok kayak pertanyaan utk Putri Indonesia ya? hahaha....mengandalkan beauty juga, personality juga, behaviour...dan brain ( tuh kan , jawabanku jadi kayak Slogan Putri Indonesia, hahaha )
3. Punya SIM? :
Yupe, SIM A dan SIM C
4. Takut kehilangan 'uang' atau 'teman'?:
Tergantung ama keadaan....kalo uang kita banyak, ngapain takut kehilangan uang ? bisa jadi karena kita gak bayar zakat, maka uang nya hilang....takut kehilangan teman? gak juga...kalau dia menghilang karena tiba-tiba benci ama kita, padahal kita gak salah, dan kalo dia teman tapi hanya memanfaatkan kita, dan satu lagi, dia hanya menjadi teman di kala senang, tapi di kala kita susah, dia cuek-cuek aja, apa mau dikata ? ke laut aja deh teman yang seperti itu
5. Berkacamata?:
Hanya dipakai sewaktu menyetir malam, dan sewaktu les...karena rabun jauh, minus 3/4 kanan kiri.
6. Suka anak kecil :
Suka...apalagi yang imut, lugu, lucu, dan polos..dan bayi
PERNAHKAH KAMU
7. Berpikir tuk operasi plastik:
Gak...abis mahal sih, hahaha...tapi apa yg mau di operasi ya?
8. Memotong sendiri rambutmu?:
Gak, aku masih cinta salon
9. Jatuh cinta pada pandangan pertama:
Hm....kapan yah? lupa...
10. Berpikir untuk mengadopsi anak:
Gak tuh, alhamdulillah sekali mencoba langsung punya baby
11. Pacaran ama orang yang jauuuuh lebih tua :
Tau aja sukaan saya....older than me, wiser than me. Saya malah gak pingin punya pacar yang lebih muda dan seumuran..
12. Cinta bertepuk sebelah tangan?
Hahaha, pernah, waktu kelas 3 SMP di Balikpapan, sehari sebelum keberangkatan saya ke Semarang, nekat sampai ngirim surat cinta ( *halah-halah* ), padahal yakin banget kalo diterima...hikhik
13. Kehilangan dompet?:
Untung belom....mudah2an gak deh, dompet dan HP....benda penting dalam hidupku hihihi
KUSUKA
14. Nonton berita?:
Sukaa banget, mending nonton berita daripada sinetron Indonesia
15. Pelajaran di sekolah:
Zaman SMA yah? apa yah....suka Biologi ama Seni Rupa
16. Tipe cowok/cewek:
Tipe cowok : Sholeh, jujur, smart banget, pendidikan tinggi, berwawasan luas, gak perlu good looking tapi menarik ( karena gak menjamin isi hatinya ), bijaksana, mapan secara finansial, lebih tua ( maksimal 45 tahun deh ), rapi, wangi, bibit bebet bobotnya baik...>> loh kok kayak kriteria utk cari calon suami yah hehehe
17. Menu sarapan:
Nasi ama telur ceplok / dadar
18. Orang yang sedang kusuka:
Ada deh...lawan jenis, mau tauu ajaa
19. Penampilan lawan jenis yang kamu sangat suka ngeliatnya:
Bersih, rapi, wangi, no BB, no BM, BMW yes ( *halah* )
20. Band:
Dewa19, ADA...
21. Tempat:
Kamar tidurku, ama warnet yang dingin, dan cozy
22. Baca koran:
Every day harus baca Suara Merdeka, Kompas ( tiap sabtu - minggu ), Jawa Pos ( tiap sabtu )
23. Resto fast food:
Pizza HUT , MC D ( cuman suka ice cream nya ), Kentucky juga deh...
24. TV Station:
Trans TV and Metro TV
25. Nama untuk anak laki-laki:
Dulu pernah ngarang ama mantan....Athallah Darrel Samudra Kamajaya
26. Nama untuk anak perempuan:
Baby Aisha Maritza Virginia ( nama anak saya sekarang dung )
HAL PERTAMA YANG TERLINTAS DIBENAKMU SAAT MENDENGAR
27. Koper:
Judul film nya Anjasmara yang terbaru..( ugh, mau nonton )
28. Sekolah:
Seragam ? trus ingat ama temen-temen akrab pas SMA, rutinitas yang dulu kayaknya mbosenin banget, karena banyak peer, tapi sekarang malah dikangenin, sekolah juga artinya....waktunyaaaa ngecengggg ama kakak kelas...hahaha
29. Sapi:
Susu Sapi Murni ( sering beli kalo malam untuk Baby )
30. Rizky Hanggono:
Cowok cute yang main di Ungu Violet, Jomblo, dan Dealova ( maniak film ditanya, hehehe )
Saya ngelempar peer, ama yang mau dilempar aja deh yah, yang ada di link, yg baca dan yang isi komen deh...kerjain yah ! asyik juga, especially buat Fa, dan dek nawir.

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 7:47 AM ¤ Permalink ¤ 2 comments
Friday, October 13, 2006
Cerita si kecil
Karena Baby tidak mempunyai saudara kandung dan tetangga yang seumuran, dan teman bermainnya hanyalah teman sekelasnya di sekolah, otomatis anakku mempunyai sifat yang agak egois dan mau menang sendiri. Aku perhatikan, kalau mengantar dia ke sekolah, sewaktu menunggu bel masuk, dia tidak mau bermain di halaman bersama temannya, dia lebih suka bermain sendiri, tidak mau diatur oleh temannya, tidak mau mengalah dengan temannya, tetapi untungnya dia sangat mudah beradaptasi, tidak pemalu, aktif dan periang. Sifat egoisnya ini juga berlaku di rumah, hanya saja Baby rada segan denganku, karena aku mampu tegas terhadap dia, tetapi dengan eyangnya ( mamahku ) dia lebih berani, karena eyangnya sangat memanjakan anakku itu ( tidak heran karena aku anak tunggal, so Baby adalah cucu beliau satu-satunya ). Seperti tadi malam, ketika dia tidak mau menurut kata eyangnya, akhirnya ada kejadian yang membuat Baby memecahkan piring yang berisi sate ayam di kulkas untuk sahur pagi tadi. Baby pun dimarahi oleh eyangnya karena gak mau nurut. Kemudian ndukku itu pun nangis dan mengadu kepadaku, aku bilang, jangan nangis karena memang dia salah, aku juga menyuruh dia minta maaf kepada eyangnya, ah tetap gak mau dia. Oke lah aku diam aja dulu, sewaktu kita nonton TV bertiga di ruang tengah, sehabis kejadian itu, tiba-tiba Baby mendekati eyangnya dan memajukan bibirnya, "Loh, nduk, kamu kenapa?" kata eyangnya gemas, aku pun tertawa melihat kejadian itu. "Moh, eyang galak, aku gak cinta lagi ama eyang, gak love lagi". Terus dia pindah ke sudut dipan yang ada di sana dan memajukan bibirnya lagi. "Iya deh, eyang minta maaf, tadi kan udah minta maaf nduk..." Mamahku gemas sambil cium bibir yang di maju in ndukku. Lumayan lama sih anakku merajuk, kelihatan banget kalau dia sedang sakit hati, hanya gara-gara dimarahin, apalagi karena dia sendiri yang salah. Sampai berlanjut saat menjelang tidur, Baby biasanya minta dibimbing baca doa-doa pendek yang udah diajarkan di sekolah, tapi semalam, mulutnya komat-kamit sendiri, baca doa sendiri terus tidur deh...Masih ngambeg ceritanya, tapi alhamdulillah bangun tidur dah ceria lagi...Hehehe, ndukku...ndukku...

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 7:46 AM ¤ Permalink ¤ 6 comments
Wednesday, October 11, 2006
Saturday
Hari ini,
Kuserahkan semua lelahku pada dia,
Kutitipkan semua sedihku pada dia,
Kuletakkan semua harapanku pada dia,
Kuberikan semua bahagiaku pada dia,
Kubagikan semua cerita masa laluku pada dia,
Kuharap dia pun akan begitu,
Hari ini,
Ku tak mampu menahannya...
Kalau aku cinta dia.

Semarang, 8 Oktober 2006
*Nothing to lose when i wrote it*

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 8:05 AM ¤ Permalink ¤ 16 comments
Sunday, October 08, 2006
Bukan untuk siapa-siapa
Hai kamu,
Yang berada jauh di sana,
Aku ingin bertanya padamu,
Dulu kamu selalu bilang,
Keadaan bisa berjalan normal untuk dia, walau kita tak bersama,
Dia akan lebih bahagia, kalau kita tak bersama,
Hai kamu,
Apa pertimbanganmu mengatakannya dulu ?
Apa kau sadar dengan ucapanmu dulu ?
Kau lebih memilih kebebasanmu daripada dia,
Kepuasanmu daripada dia,
Egomu daripada dia,
Taukah kamu yang berada jauh di sana ?
Dalam hati kecilnya, dia selalu berharap...
Untuk mendapatkan bilik paling besar dalam hatimu,
Aku tahu dia sendiri masih belum bisa merasakan,
Artinya dicampakkan, dibuang oleh orang yang pernah disayangnya,
Tapi aku tahu doa yang selalu disampaikannya setiap malam,
Melalui malaikat bersayap imajinasinya,
Agar kau tidak melupakannya...
Tidak sekedar menghamburkan benihmu untuk membuatnya,
Jangan salahkan aku kalau mungkin dia membencimu,
Bahkan lebih besar dari rasa benciku terhadapmu,
Ketahuilah...tak pernah sekalipun aku meracuninya untuk membencimu,
Karena darahmu masih mengalir di raganya,
Andai kamu tidak memaksa batinku mengambil keputusan itu,
Andai aku punya kemampuan membuatmu memakai akal sehatmu,
Dan andai kamu membantuku untuk mempertahankan,
Tentu impiannya akan indah di setiap tidurnya,
Tapi semua sudah terjadi...Dia sudah tidak bahagia,
Karena bilik di hatinya yang kosong, kini menjadi kotor dan dingin...
Semoga suatu saat ada yang menempati, membersihkan, dan menghangatkannya,
Semoga !
Dan buat kamu, aku tidak punya doa indah untukmu...
Kurasa kau pun tidak membutuhkannya.
Semarang, 2 Oktober 2006 dan 8 Oktober 2006
*Ketika hatiku berteriak dalam kemarahan*

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 3:41 PM ¤ Permalink ¤ 16 comments
Candu Asmara
Cinta yang kualami,
Bagaikan candu,
Membuatku merasa ketagihan,
Tuk melihat kamu,
Tuk merasakan kamu,
Tuk bertemu kamu,
Candu bagimu...candu bagiku,
Membuatku melayang, terbang, terlena,
Dada berdegup kencang ketika kamu bersamaku,
Muka menghangat ketika kamu menatapku,
Bibir tak kuasa menahan senyuman ketika kamu berbicara,
Selalu ada pertanyaan,
Ada apa setelah ini, ada apa di hari ini, Ada apa dengan besok,
Ugh...benar-benar kamu canduku,
Membuatku bergelora, bergetar, berdesir,
Aku ingin hisap sampai habis cintamu untukku,...
Aku addicted to njenengan lah !
Semarang, 7 Oktober 2006

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 3:02 PM ¤ Permalink ¤ 3 comments
Thursday, October 05, 2006
Cinta Hakiki
Aku berdiri di depan cermin,
Kulihat bayangan yang terpantul di dalamnya,
Bukan aku ! tak kulihat wajahku yang seperti biasa...
Mengapa bayangan di dalamnya adalah seorang wanita penggoda...berbalurkan dosa...
Kemana diriku ! Kupecahkan cerminnya menjadi dua...
Kulihat lagi bayangan yang terpantul di dalamnya,
Bukan aku ! Bukan !
Mengapa aku berubah menjadi iblis...berkalungkan api neraka...
Aku berteriak seketika...menangis, histeris...
Kuhancurkan lagi pecahan cermin itu, sampai menjadi serpihan,
Sekarang bayangan menjadi semakin banyak, namun tidak di serpihan,
Di langit-langit, lantai, dinding....
Bayangan yang tampak nyata,
Bayangan seorang pelacur...Yang melacurkan harga dirinya,
Untuk sesuatu, yang semu, atas nama Cinta,
Tidak...aku tak mau !
Aku berlari...tak peduli serpihan kaca yang menyayat telapakku,
Aku tetap berlari...ingin rasanya masuk ke perut bumi dan meringkuk di dalamnya,
Kusadari mukaku telah basah oleh air mata, bercambur debu,
Kedua mataku terasa pedih...Tapi semua tak sebanding dengan rasa yang berkecamuk dalam dadaku...
Di antara deru napas yang memburu, berakhirlah pelarianku ke sebuah pondok,
Ragu dan malu aku masuk di dalamnya,
Sayup terdengar syair indah yang dilafalkan seorang perempuan muda...
Apakah itu ? Apakah yang di lagu kannya? Nyanyian surgakah itu...
Seorang Ibu tersenyum bijak kepadaku, dia mendatangi, memeluk, dan mencium diriku yang kotor dan terluka,
Hatiku yang lelah seperti tersiram air murni yang sangat bening...Kurasa air mata hangat menetes di pipiku,
Basuhlah dirimu dengan air ini....Ikutilah caraku...Kemudian pakailah kain ini untuk menutup auratmu...
Dan disana ada sebuah cermin anakku, lihatlah bayangannya, lihatlah...
Setelah aku kerjakan apa yang dia katakan padaku,
Aku melihat lagi pada sebuah cermin...
Tidak ada bayangan apa-apa terpantul di dalamnya,
Apa maksudnya ini ! Ibu mempermainkan aku !
Aku terisak, dia mendekatiku, mengangkat wajahku, dan menyeka air mataku...
Karena kau belum shalat anakku, belum membersihkan hatimu,
Datanglah kepadaNya dan memohon...
Kemudian terdengar suara yang tinggi, nyaring, dan merdu, menyanyikan lagu yang sangat indah,
Sontak membuat hatiku bergetar,...
Itu suara Adzan anakku, panggilan untuk mengerjakan shalat, bisik Ibu lembut di telingaku,
Ajari aku bu....ajari aku mengerjakannya...shalat...
Alhamdulillah, dengan senang hati anakku, Ibu terus menciumiku dan kurasakan air matanya yang menetes membasahi pipiku...
Sehabis shalat, aku terus menciumi sajadahku...Sujud yang berulang-ulang dan kuperlama dalam isakku...
Kurasakan bulu halus sajadahku terasa basah dan lembab, oleh air mataku...
Mengapa baru sekarang aku mengenalMu...aku memohon kepadaMu...
Aku merasa tenang, damai...
Selama ini aku telah diperbudak oleh harta, nafsu, dan janji semu laki-laki,
Rasa tenang dan damai yang kuperoleh hanya sesaat...
Kurasakan sangat berbeda ketika aku mengenalMu,
Ketika dalam damaiku, aku berjalan di tepian sungai...
Beningnya permukaan menggodaku untuk melihat di atasnya,
Sungguh saat itu aku sudah lupa dengan cerminku...
Kurendam kakiku untuk menikmati dinginnya air...
Dan kulihat bayangan seorang wanita berwajah bersih yang terpantul...
Beriak kecil..Samar-samar....Kupusatkan lagi pandanganku dan melihatnya,
Itukah aku ? Benarkah...
Alhamdulillah Ya Rob....Aku telah kembali ke JalanMu

Semarang, Pertengahan September - Awal Oktober 2006
( Kisah rekaan yang tertulis dalam tidurku )
Thanks for my 6600, 'laptop' kecilku

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 8:18 AM ¤ Permalink ¤ 9 comments
Wednesday, October 04, 2006
Teardrops of My Angel...
Air mata yang indah berasal dari malaikatku...
Ketika ia menangis karena terjatuh,
Ketika ia menangis karena ingin dimanja,
Ketika ia menangis karena meminta mainan,
Ketika ia menangis sewaktu berebut dengan temannya,
Air mata yang membuat hatiku tersayat di kala mengingatnya,
Juga berasal dari malaikatku...
Ketika dulu 'kami' saling berteriak di depannya,
Ya Allah..Yang Maha Mengetahui,
Ampunilah dosaku,
Sebagai ibu, hamba telah berbuat khilaf dengan membuat malaikatku letih menangis,
Semoga di kehidupan malaikatku yang akan datang,
Air matanya akan terganti menjadi seuntai senyuman yang indah, Amin...
Semarang, 27 September 2006
*I'm sorry my angel, right now, i can't give you a better life...a better love, but you should know, that i really love you...every second, every day in my life, Mami sayang kamu Bab"

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 7:53 AM ¤ Permalink ¤ 6 comments
Tuesday, October 03, 2006
Keingintahuanku..
Sayangku...
Kau sedang mengingat siapa di kala aku mengingat bayangmu...
Kau sedang memeluk siapa di kala aku memeluk sepiku...
Kau sedang mencumbu siapa di kala aku mencumbu hampaku...
Kau sedang bercinta dengan siapa di kala aku bercinta dengan kosongku...
Kau sedang mencintai siapa di kala aku teramat mencintaimu...
Kau sedang melupakan akukah ? Di kala aku teringat sejenak akan dirimu...
Kau sedang menggoda batinkukah ? Oh sayangku....
Semarang, 30 September 2006

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 8:38 AM ¤ Permalink ¤ 10 comments
Sunday, October 01, 2006
Intermezzo Quiz
Timbul ide buat intermezzo quiz ini sewaktu berada di salon D' Funky di Imam Bonjol....Kebiasaan bagi saya kalo di salon selalu pinjam majalah untuk baca-baca, salah satunya Femina, dan kalau baca Femina, saya selalu buka halaman belakang ( kebetulan Femina yang di sana terbitan tahun 2004 ), disitu ada quiz dan pertanyaannya yang di sana akan saya muat juga disini ( penasaran aja dengan jawaban orang-orang yang mengunjungi blog saya, hehehe ), pertanyaan ini tentu juga udah saya modifikasi sendiri....
Question :
Apa yang akan anda lakukan apabila terjebak di lift berdua dengan cowok ganteng / cewek cantik
My Answer :
"Saya akan berdoa dalam hati semoga teknisi lift nya gak bisa-bisa benerinnya hehehe.....dan saya akan mengeluarkan aura kewanitaan ( *halah* ) supaya dia tertarik ama saya karena rasanya gak pede mau ajak omong duluan"
So..how about your answer ?
*Please jangan comment yang porno, sara, negative...karena pasti akan saya delete, thanks !*

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 8:13 AM ¤ Permalink ¤ 42 comments