Kesan saya tentang film Hannibal Rising adalah kurang memuaskan, karena kesan yang saya dapat, pembuat filmnya seolah terburu2 menamatkan jalan ceritanya, urutan pembunuhan yang tidak mendetil, sehingga kurang terjadi klimaks yang memuaskan pada akhir cerita *halah, koyo opo wae, ojo podho ngeres lo, hehehe*
Menurut saya, masih sadisan Dr. Hannibal Lecter senior di dalam film Silence of The Lambs, tapi yang chapter 2. Untungnya dalam film Hannibal Rising ini terbantu oleh akting tokoh utama yang menjadi Hannibal Lecter muda, muka tampan yang super dingin dan kelakuan sadisnya. Sayang saya lupa nama yang berakting menjadi Hannibal, aktingnya Gong Li dalam film ini menurut saya juga biasa saja, tidak ada gregetnya, padahal tokoh yang dia perankan ini bisa dieksplorasi secara liar lho *halah, sok tau nih saya*. Tapi kenapa yah aktingnya Gong Li hampir sama semua, mimik mukanya begitu2 saja, dalam film Hannibal Rising, saya seperti melihat Gong Li di dalam film The Curse of Golden Flower. Akting Gong Li yang bikin saya gregetan dengan wajah orientalnya yang cantik hanya di film Memoirs Of Geisha. Dalam film Memoirs Of Geisha, saya lebih terpesona oleh akting Gong Li daripada Zang Zi Yi. Lebih megang! >> seperti kata Titi Kamal. Okay, back again to my activities…
Ketika maksud hati ingin langsung menuju film ke 3, tiba-tiba HP pleky saya berbunyi, dan ternyata ada teman saya yang mau ngajakin nonton film 300 di E-Plaza. Wah, kebetulan yang menyenangkan, karena memang saya sudah berencana untuk nonton film tentang perang antara Sparta-Persia ini ( yang dihiasi dengan kontroversi dimana film ini dicekal di Iran, karena Hollywood dianggap anti Iran ) langsung di bioskop, jadi nggak perlu lama menunggu DVDnya keluar.
Lagipula sudah lamaaaa sekali saya tidak pernah nonton film di bioskop Semarang, terakhir saya nonton The Da Vinci Code berdua dengan Baby di Matos Cinema, Malang. Jadi memang sudah saya niatin dalam hati sih buat nonton 300 di bioskop, sendirian juga nggak pa-pa. Tapi ternyata sudah ada yang terlebih dahulu mengajak.
Oke, saya dan teman ( teman HTS saya, halah… ) akhirnya nonton berdua, Baby tidak saya ajak, karena film 300 adalah film perang, dan pasti banyak adegan kekerasan yang tidak pantas ditonton anak kecil. Ternyata dugaan saya benar, banyak sekali adegan-adegan yang sadis…tapi belum sesadis adegan di film Saving Private Ryan atau Tae Guk Ki ( yang sampai ususnya terburai-burai ). Di film 300 ini paling cuman adegan kepala yang terpenggal, lengan terpotong, darah muncrat, tapi yah… ada hiburan juga sih untuk kita-kita *apaan juga sihh*, yaitu adegan cowok telanjang *walau hanya dari belakang, hehehe* dan cewek pakai baju tembus pandang *sampai teman saya sampai melongo tyuh, hahahaha*.
Secara keseluruhan film 300 bagus, tidak ada adegan yang membosankan, semuanya seru, apalagi didukung dengan dolby stereo sound yang menggelegar, tetapi yang terkeren menurut saya adalah sinematography *halah mbuh artine opo..hehehe* pokoknya gambarnya itu bagus banget, seperti kuno begitu deh, efek sephia nya jelas sekali, saya paling senang adegan ketika pasukan sparta sedang berdiri di atas bukit dan menyaksikan kapal-kapal persia sedang diterjang badai, woo keren deh…artistik banget. Adegan peperangannya juga mantab banget. Pokoknya puassss puassss puassss.
Kemudian hari Minggunya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari, yaitu acara kopdar Loenpia Semarang, sekaligus pengumuman pemenang Lomba Blog Valentine-an ( kebetulan saya bersama Yogie Ple-q jadi jurinya, so harusss datang githu ), dan ternyata para pemenangnya nggak ada yang datang, hehehe. Jadilah acara lebih banyak ke obrolan mengenai rencana2 Loenpia ke depannya ( mau ada lomba foto lho tentang Kartinian buat April besok ), dan seperti kopdar2 Loenpia pada umumnya, acara pastinya diisi dengan makan2 dan foto2. Ini kopdar saya yang kedua bersama tukang Loenpia, dan kali ini saya mengajak Baby, wow ternyata Baby enjoy banget lho bertemu dan bermain bersama om dan tante dari Loenpia yang ramah-ramah.
Kalo ini beneran 2 perawan imut ( salwa dan baby ) di sarang penyamun *aka para jeruk*ki-ka : mas andhi, pepeng *yg nunjuk*, jhiban, yogie ple-q, mas budi, dan H4rs *berdiri*
Para apel loenpia, ki-ka ( Ika, Saya n Baby, Anik, Niea, Nabila, dan Mbak Kian )










Weekend yg menyenangkan.....:D