me @ BRUX *kelihatan ga' orang yang main kartu di belakang?*
Malam ini, saya bersama tiga sahabat saya di SMA melewatkan waktu dinner di BRUX the bistro, resto yang super cozy dan romantis ( tapi karena perginya tidak berduaan dengan kekasih, ya tidak romantis *ugh nasib* ) ini beralamat di Jalan Rinjani no. 11 Semarang. Untuk mencari letak BRUX ini bagi orang yang tidak ‘gaul’ seperti saya dan sahabat2 saya itu lumayan sulit, pokoknya dari Hotel Rinjani ambil jalan yang sebelah kiri ( bukan jalan yang menurun ) dan terus saja ikuti jalan besar, Insya Allah akan sampai ( letaknya di kiri jalan ), tidak pakai kesasar seperti Ossi sahabat saya. Sampai saya harus menjemput mobil dia segala di depan hotel Rinjani ( padahal saya dan Dini sudah sampai duluan di BRUX ), tips dari saya adalah, jangan malu bertanya kalau tidak mau tersesat di jalan.
Oke kita bahas keunggulan dari bistro ini :
1. Tempatnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu smoking area yakni dengan sistem garden dan candle light dinner ( kalau malam keren banget suasananya ), cocok untuk orang yang lagi pacaran/kasmaran tapi pasangan yang lagi marahan juga cocok ( siapa tahu setelah melihat suasananya, jadi reda marahnya ), trus non smoking area, kalau ini letaknya di dalam bistronya, yang mau romantis2an tetap bisa, yaitu ada sofa yang asyik untuk duduk berduaan, dilengkapi bantal2 cantik yang empuk, trus ada juga kalau yang mau lesehan sambil main kartu dengan teman, bisa duduk di karpet yang empuk, untuk yang datang berombongan juga ada sofa bentuk L yang asyik dan nyaman banget ( dan malam ini kita berempat memonopoli tempat ini ), di non smoking area, fasilitas yang disediakan cukup lengkap, ada piano, perpustakaan ( yang isinya novel2 with english language ), TV + Indovision + DVD, majalah+koran terbaru, dan juga ada fasilitas hotspot/ wifi, so yang punya laptop bisa dibawa ke situ untuk free internet, jadi suasananya bener2 seperti di rumah.
2. Konsep bistronya seperti semi open kitchen *halah buat istilah sendiri*, karena untuk masuk dari ruang2 di teras luar ( garden ) ke non smoking area ( dalam ), kita melewati dapur lengkap dengan chef nya, dan para chef itu juga masih tetap menyapa dengan ramah, kemudian kita juga melewati tempat membuat beveragesnya, seperti mini bar, karena disini juga ada minuman sejenis beer.
3. Keramahan para waiter nya yang patut diacungi jempol, setiap ada tamu yang datang, mereka pasti menyapa dengan sangat heboh *hehehe*, malah kita yang pasti capek menjawab salam mereka *tapi bageusss!!*
4. Taste of foodsnya, jelas dung, bistro yang cozy tanpa rasa makanan yang enak, laksana sayur tanpa garam *halah*, malam itu, saya bersama Achie *teman saya yang belum ada seminggu jadi manten* memesan Nasi Lidah Sapi Asam Manis Dengan Sayuran ( @ Rp. 27.500,- ), Dini memesan Nasi Kare-Kare atau Nasi Buntut Sapi dimasak dengan Saus Terasi ( Rp. 27.500,- ), dan Ossi memesan Nasi Ayam Masak Schezuan ( Rp. 27.500,- ) dan semuanya berasa Alhamdulillah Maknyuzzz *ala pak Bondan* hanya saja menurut Ossi, nasinya teksturnya terlalu keras.
Makanan disini semua serba nasi ( sepertinya di buku menu ada 1 yang berupa mie ), sebetulnya porsi nya sudah pas untuk makan 1 orang, hanya saja karena penyajiannya dengan mangkok yang gede jadi sebelum makan udah ‘keder’ dulu. Kemudian juga ada cemilan seperti french fries, kerang hijau dengan berbagai macam topping, kemudian juga ada braschetta ( irisan roti Perancis dengan topping ).
5. Taste of beveragesnya, wah minumannya enak-enak semua, saya karena datang duluan maka sambil menunggu Ossi dan Achie datang ( yang ternyata telat 20 menitan karena tersasar ), memesan Apple Squash atau Sari Apel campur soda ( Rp. 13.200,- ), kemudian dilanjutkan dengan Lassi Mango atau Yogurt rasa Mangga ( Rp. 16.500,- ), Achie seperti biasa memesan minuman hangat yaitu Carmelitto atau cappucino hangat + caramel ( Rp. 16.500,- ), Dini memesan Shower Black yaitu Coffee Latte tambah chocolate ice cream ( Rp. 16.500,- ), dan Ossi memesan Smoothies Cappucino atau milkshake cappucino ( Rp. 16.500,- ).
Minuman disini sangat lengkap mulai dari teh ( macem2 sampai ada teh untuk atasi stress – dan untuk relaksasi ), kopi, juice, mikshake, rujak ice cream, sampai beer dengan segala jenisnya.
6. Bagi yang suka merokok ala Arab atau shisha *kayaknya salah nih nulisnya* disini juga disediakan dengan berbagai macam flavour ( buah2an ), katanya Dini sih enak dan bukan seperti merokok, tapi karena saya paling nggak suka ama yang berbau2 asap, so ga tertarik buat nyobain, mana mahal lagi, Rp. 38.500,-, belum lagi kalau tambah pipa dan tambah flavour berarti tambah charge lagi, walaupun murah, sekitar Rp. 1.100,-
Meskipun disana banyak tersedia bacaan, tapi saya sudah membawa koleksi cerpen tulisan saya untuk dibaca oleh para sahabat kesayangan saya itu, tepatnya, saya memaksa mereka untuk membaca, hehehe. Dan dari ngobrol dengan mereka tadi, saya baru ingat kalau ternyata saya pernah menulis skenario untuk drama di kaset waktu di kelas 1 SMA ( dulu kaset itu untuk hadiah ulang tahun Dini, sampai sekarang masih disimpan sama dia, saya sendiri malah sudah lupa, kalau saya yang menulis skenarionya ).
Kegiatan kami selama di BRUX adalah mengobrol tentang apa saja ( dr kisah si pengantin baru, si pengantin yang baru 4 bulan, yang masih asyik pacaran, sampai yang baru saja resmi divorced *uhuk*, sampai juga ke obrolan tentang Baby ) dan tentu saja foto-foto bersama untuk menunjukkan kenarsisan.
Nggak terasa kebersamaan saya beserta ke 3 sahabat saya sudah berjalan sekitar 13 tahun, kami sudah sangat cocok satu sama lain, bahkan sama sekali tidak ada rahasia dalam kehidupan kami, dengan keluarga masing-masing juga sudah saling mengenal dekat, mungkin prinsip ini yang cocok dengan kami :
Your Parents are my parents too and your kids are my kids too, kecuali husband kali ye…hehehe
Kita sih pengennya bisa terus bersama, minimal setahun 1x – 2x untuk ketemuan, sampai udah punya cucu dan cicit, hehehe.
Semoga saja…..

Ki-Ka : Ossi, Dini, Achie dan Tia
Nasi lidah sapi asam manis dengan sayuran
Nasi Kare-kare

Nasi Ayam Masak Scezhuan
Our Beverages
Mangkuknya gede kan ?
Tunggu ya.. perjalanan kuliner saya lagi bersama sahabat...
Lanjutan bisikan si angin...