Google
 
Friday, November 30, 2007
Curhatoz



Aku mencintaimu...tapi bodoh rasanya kalau aku harus mengorbankan kebahagiaanku,
Tapi sekarang...aku masih memiliki sebongkah besar kesabaran untuk menjalaninya lagi...
Dan tentu saja, aku hanya mengikuti TakdirNya, yang ternyata Dia telah mendekatkan kembali engkau kepadaku...
And lets the time will answer...

:)

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:54 AM ¤ Permalink ¤ 10 comments
Thursday, November 29, 2007
No title...
Ya Allah, aku mohon petunjuk dari-Mu dengan ilmu-Mu, maka limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, putuskanlah kepadaku sesuatu yang baik, berilah ilham padaku tuk mengetahui pilihan yang kuhadapi,
Jadikan itu sebagai jalan agar diriku ikhlas menerima apa yang telah Engkau gariskan bagiku dan menjadi kepasrahan diri atas segala keputusan-Mu, dan jauhkan rasa ragu dari pikiranku,
Sokonglah aku dengan keyakinan kaum Mukhlisin, jangan Engkau timpakan ketidakmampuan mengetahui pilihan yang telah Engkau putuskan hingga kami remehkan takdir-Mu, membenci apa yang menjadi ridha-Mu, cenderung memilih yang lebih baik akibat baiknya dan lebih dekat kepada yang menyalahi kemaslahatanku.
Kuatkan diriku menerima takdir-Mu yang tak kami inginkan itu, mudahkan bagiku menerima keputusan-Mu yang berat itu,
Lapangkan diriku tuk menerima dan tunduk pada segala kehendak-Mu yang Engkau gariskan bagiku, hingga kami senang tidak mengundurkan apa yang telah Engkau majukan, tidak menyegerakan apa yang telah Engkau tunda, tidak membenci apa yang Engkau cintai, tidak memilih apa yang Engkau benci,
Karuniai aku titik akhir yang lebih terpuji akibatnya serta lebih mulia jalannya. Sungguh Engkau memberi kemuliaan, menganugerahi kemegahan, melakukan setiap yang Kau kehendaki dan Mahamampu melakukan segala sesuatu....

Ya Allah...tolonglah hamba-Mu ini.....

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 8:26 AM ¤ Permalink ¤ 17 comments
Monday, November 26, 2007
Catatan Pinggir Seorang Wanita ( 3 )

Percakapan di YM, Jumat, seminggu kemudian


black_dahlia : eh say, 5 menit lagi aku harus off nih.

white_lily : mau kemana? biasanya jumat gini pulangmu agak malam

black_dahlia : hmm, mau pergi nih ama Anton

white_lily : ooo...


Rumi me-minimize tampilan YM nya, ketika Anton menepuk punggungnya dari belakang.


Anton : Pacaran terus! ( mimik muka sebel )

Rumi : Ye…biarin aja.

Anton : Ya udah, aku pulang dulu yah! See you

Rumi : He eh, daagh, titi dije yah.


white_lily : buzz

black_dahlia : iya say, ni lagi beres-beres

white_lily : emang mau kemana siy? perasaanku jadi ga enak!

black_dahlia : paling juga ngupi-ngupi di Starbucks

white_lily : hmm, pengen deh ngupi-ngupi bareng kamu Sayang.

white_lily : buzz

white_lily : dah mau pergi yah?

black_dahlia : iya, udah dulu ya! muach muach, luv u!

white_lily : i still miss u! ya wes, tekker ya…have fun!


Rumi cepat-cepat membereskan tasnya dan berlari menuju lift, dia lalu mengambil Hpnya dan mengirimkan sms untuk seseorang yang saat ini mungkin sedang menunggunya di suatu tempat.


Rumi : Duh maaf ya, aku telat nih! Jadi sekarang kamu nunggu dimana?


Balasannya,


Gpp kok cantik, aku lagi ditemanin ama cappucino caramel dan blueberry cheese cake yg yummy bgt


Rumi : Jadi kamu ke cheese cake factory tebet yg kamu ceritain itu ya? oke, otw ke sana ya!


Balasannya,


Smart girl! Cu soon



@ Suatu tempat, lantai 20 distrik Sudirman.


Sekretaris : ( masuk dalam ruangan sambil membawa secangkir kopi tanpa gula ) Malam ini lembur ya Pak?

Pria : Iya,…Nit, malam ini ikutan lembur sebentar nggak pa-pa kan?

Anita : Tentu saja Pak, as your wish…( mencuri pandang ke arah layar laptop bosnya )

Pria : ( diam )

Anita : ( berkata dalam hati ) Lembur itu YM an toh….huh!

Pria : ( menyadari Anita sedang mengamati YM nya, kemudian dia menutup laptopnya ) Ada berkas yang perlu saya tanda tangani Nit?

Anita : Hmm,…tidak Pak. ( tersenyum malu )

Pria : Oke, tolong siapkan bahan untuk presentasi besok dengan perusahaan Tylines yang udah disiapkan tim R&D, nanti saya edit, kira-kira 30 menit lagi bisa udah sampai ke meja saya?

Anita : Saya usahakan 15 menit Pak.

Pria : ( tersenyum ) Bagus, kamu memang bisa saya andalkan.

Anita : ( berkata dalam hati ) Makanya gaji saya dinaikin dong! Atau minimal ajakan dinner spesial berdua kek! Ah asyiknya kalau bisa menatap matamu sepaket dengan alis tebal yang indah…tentu saja belum lengkap kalau tidak suap-suapan tiramisu cake yang yum….

Pria : He em! Oke, kamu bisa langsung mengerjakannya Nit.

Anita : ( berkata dalam hati dan keluar dari ruangan ) Kamu menatapku saja tidak! Hmm, apa benar yah kata anak-anak kalau Pak Gatra itu gay…


Gatra bergeming di ruangannya yang luas dan dingin, hatinya merasa tidak tenang.

Terngiang kata sahabatnya beberapa tahun yang lalu, seorang pria tampan yang saat ini sedang menunggu kelahiran anaknya yang ke 2,

Gat, lu bisa sembuh, percaya deh ama gue…”

Gue pengen sembuh, pengen nikah kaya lu Dit.”

Lu jangan banyak kumpul ama anak-anak lagi. Mulai batesin. Gue tahu, lu awalnya straight, lu pria normal!”

Gak ngerti Gue! Yang jelas gue bahagia lu akhirnya bisa nikah, dan gue pengen juga Dit…yah...minimal gue bisa jadi normal guy dulu.”

Ini proses Gat…hmm, lu tau, awal usaha gue buat sembuh, gue pacaran dulu ama lines, asal lu tau, calon istri gue, dulunya lines Gat!”

Serius lu?!”

Iya, gue ingin nebus kesalahan gue di masa lalu, mengajak seseorang kembali ke kodrat yang emang udah seharusnya, itu menurut gue adalah suatu penebusan yang cukup setimpal…gue yakin calon istri gue bisa nerima gue apa adanya sebagai suami dia besoknya, semua kurang lebihnya gue…karena awalnya gue ma dia terjerumus dalam perbuatan salah yang sama.”

Tapi, sekarang dia dah straight gitu?”

Yap, sama kayak gue sekarang, makanya gue yakin lu bisa juga berubah Gat.”

Kenapa nggak langsung coba pacaran ama cewek straight aja?”

Gue dah bilang…kadang dia nggak bisa terima keadaan kita, ambil aja deh kemungkinan terburuknya, kalau dia ngungkit masa lalu lu, terus gimana? Sakit kan…”

Hmm…”

Dan ini suatu penebusan…atas kesalahan kita Gat, lu paham kan maksud gue?”

Ya…”


Tapi sekarang Gatra hanya merasa dirinya sedang berada di dasar sumur yang dalam tak berdasar, karena dia telah mengawali hubungannya dengan Rumi…dengan suatu kesalahan yang fatal.

Dia, telah mengenalkan dirinya sebagai white_lily…seorang lesbian…


Bersambung -->



Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:17 AM ¤ Permalink ¤ 13 comments
Wednesday, November 21, 2007
Prolog Mata *Sebuah Jeda dari Cerbung*

Katakan kau mencintaiku…Katakan,…katakan kau hanya mencintaiku saja…”

Dia memandangku, masih dengan tatapannya yang hangat dan mata yang berkaca-kaca, matanya masih mata yang indah, yang sejak awal memikatku hanya dengan kerjapannya…

Dia masih saja diam, diam…semenit, dua menit, masih menatapku…api kehangatan masih terlihat di bola matanya, sinarnya masih membulat di manik matanya.

Ya…aku mencintaimu, … “ katanya pelan, nyaris berupa bisikan.

Tapi aku tahu dia berdusta, dia tidak mencintaiku, aku tahu…bukan karena aku memang mendengar bisikannya, tapi karena aku melihat, seketika itu sudah tidak ada lagi sinar kehangatan di matanya, mata itu menjadi bisu, mata itu menjadi dingin, mata itu…putus asa.

Aku menutup mataku …aku tak ingin dia menatapku dengan matanya yang tiba-tiba menjadi bisu dan tak berdaya, aku tak mau…

Aku tak mau menjadi seorang tersangka, seorang pelaku yang menghapus sinar hangat di matanya, aku tak mau!

Saat itu juga aku lesak dalam kekalahan…dalam sasmita…mata.


Semarang, 21 November 2007


Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:42 AM ¤ Permalink ¤ 24 comments
Friday, November 16, 2007
Hiatus Sementara Waktu
Hai semua... Untuk beberapa hari angin berbisik hiatus dulu yah, ada keperluan diluar kota yang harus diselesaikan winking. Insya Allah cerbung akan segera dipublish kembali happy. Sebagai teman yang mendapatkan bisikan angin, Saya mewakilkan kata maaf jika komen dan sapaan di ShoutBox belum sempat terbalas...big hug

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 6:35 AM ¤ Permalink ¤ 17 comments
Monday, November 12, 2007
Catatan Pinggir Seorang Wanita ( 2 )

*Image from here*

@ Lift, masih di hari Rabu


Rumi : ( gelisah ) Sialan…kenapa gak naik-naik sih!

Wanita : ( mendahului badan Rumi dan memencet tombol lift ) Lantai berapa?

Rumi : ( pipinya merona merah ) Eh, iya…saya lupa mencet tombolnya.

Wanita : ( tersenyum ramah ) Jadi…?

Rumi : Jadi apa ya? ( masih salah tingkah ) Rumi…nama saya Rumi.

Wanita : ( berusaha keras menahan senyum geli ) Oke…Rumi, mau ke lantai berapa?

Rumi : ( bertambah malu sehingga memalingkan muka dan berbisik) bodohnya gue…( menatap si Wanita ) kantor saya di lantai 10.

Wanita : Oke, ( memencet angka 10 kemudian menoleh kepada Rumi dan mengulurkan tangannya ) Saya Jasmine.

Rumi : Hmm, saya…( menjabat tangan Jasmine )

Jasmine : Rumi…nama yang unik ya.

Rumi : Anda pasti mengira inspirasi tentang nama saya berasal dari Jallaludin Rumi, penyair terkenal?

Jasmine : Benarkah begitu?

Rumi : Hehehe bukan, dulu saya lahir di Rumania. Rumi…Rumania…yahh agak-agak nyambung dikit sih.

Jasmine : Hehehe…Beruntung sekali bisa lahir di luar negeri.

Rumi : Orangtua saya yang beruntung, karena mereka berdua yang sempat tinggal lama di Rumania, tapi saya sendiri…hanya numpang brojol di sana, karena umur 5 hari, saya juga udah dibawa ke Indonesia.

Jasmine : ( menatap mata Rumi dan tersenyum penuh arti ) Warna hazel yang cantik.

Rumi : Warisan dari Mami saya…

Jasmine : Rumaniakah?

Rumi : Jawa asli…tapi memang warna matanya coklat. Rumanian kebanyakan malah biru.

Jasmine : Cantik…hmm, wanita-wanita yang beruntung.

Rumi : ( mukanya memerah )

Ting…dan pintu lift terbuka.

Jasmine : Lantaimu…Cantik.

Rumi : ( menoleh ke arah Jasmine ) Thanks Jasmine. Kapan-kapan kita ngobrol lagi yah.

Jasmine : ( tersenyum )


Pintu lift pun tertutup kembali.


Rumi : ( berjalan menuju kantornya dan berkata dalam hati ) Ah…napa juga nggak berusaha buat janji untuk kembali ngobrol ama dia.


@ Cubic


Rumi : Waaaa ( menepuk punggung Anton keras )

Anton : Aku sudah bilang kan…kalau ada trio bawel di bawah, kamunya aja yang nggak mau ndengerin.

Rumi : Ih, aku malah lupa kalau tadi ketemu ama mereka, hmm…( meletakkan kepalanya di tangannya yang tersangga sambil menatap layar monitor )

Anton : Hmm? Ada apa? Kayak orang kesambet deh…matanya menerawang gitu…

Rumi : Dia manggil aku cantik…

Anton : Siapa?

Rumi : Menurutmu siapa?

Anton : Hmm…He or she?

Rumi : ( tergelak ) She lah say…

Anton : ( menghela nafas, kecewa ) Oh…

Rumi : Aku tadi ketemu dia di lift, dia mau ke lantai 15,…ah bego! Napa ga tanya dia kerja di perusahaan apa gitu…

Anton : Pernah melihat dia sebelumnya? Mungkin waktu kita lunch.

Rumi : ( berfikir sebentar ) Belum…kalaupun aku pernah lihat, mungkin aku dah jatuh cinta dari dulu, hehehe.

Anton : ( mengeryit ) Buaya juga kamu.

Rumi : Sebelum aku kenal ama Lily lah! Sekarang kan aku dah ada pasangan, Hmm, Jasmine…dia wanita yang lembut sekali, ber karisma, anggun…dan aroma parfumnya…hmm…manis dan seksi.

Anton : Karena aku yang paling tahu kalau yang kau puji itu juga wanita…ah…aku risih juga tauk!

Rumi : ( tergelak ) Jangan cemburu, masih sore…

Anton : ( tersenyum ) Entahlah, kerisihanku ama kamu bisa dikategorikan sebagai cemburu atau nggak, tapi memang seharusnya aku sudah kebal buat merasa risih, karena selama ini kamu juga selalu curhat tentang wanita-wanita yang menarik perhatianmu.

Rumi : ( melirik Anton ) Untuk sesaat tadi, aku membayangkan kalau Lily adalah wanita semanis Jasmine.

Anton : Hmm, cukup masuk akal juga sih, karena toh kamu tidak tau siapa sosok Lily sebenarnya, ya kan?

Rumi : Yang kutahu, dia adalah seorang sekretaris, berusia 36 tahun, mapan karena sudah punya rumah sendiri…

Anton : Tapi misterius…Bayangin aja deh, kalau berdasarkan ceritamu itu, dimana Hpnya selalu off kalau malam.

Rumi : Karena dia nggak mau di ganggu kalau udah pulang kantor, waktu istirahat ya buat tidur.

Anton : Tidak mau diganggu…bahkan dengan pasangannya sendiri?

Rumi : Hasshh, sudah ah…males dengar kamu kalau udah main logika, yang penting kan aku percaya ama dia. Dah, Kerja…kerja…. !!

Anton : Eh Rum…( menoleh ke Rumi )

Rumi : ( tetap melihat ke monitor ) Hm..Mm?

Anton : Kalau misalnya Jasmine adalah Lily…yahh, walau aku juga nggak yakin sih, hehehe, apa yang akan kamu lakukan?

Rumi : Langsung ajak nikah di Belanda.

Anton : ( bersungut ) Beneran nih kamu nggak tertarik sama sekali ama aku?

Rumi : Eh aku lupa ( menepuk jidat ) dapat salam dari Lola trio bawel, naksir kamu tuh.

Anton : ( tetap bersungut )

Rumi : ( mengambil Hpnya ) Penasaran juga…

Anton : Apanya?

Rumi : Coba aku sms lily, dia lagi ngapain sekarang,…


Sms dari Rumi : Say, lagi apa?

Tak lama…

Sms dari Lily : Lagi di Bank…


Sms dari Rumi : Dari tadi di luar kantor? Dah makan lum Say?


Sms dari Lily : Iya, 30 menit setelah sign out YM an td…dah mkn kok..thx Say



Rumi : Kayaknya dia bukan Jasmine…

Anton : Kok nadamu seperti kecewa gitu sih?

Rumi : Yee…dah ah…



@ Kamar Anton, Sabtu. Terjadi pembicaraan antara Anton dengan Tonny, saudara kembarnya.


Tonny : ( memetik gitarnya dan memainkan intro Semusim dari album Chrisye – Erwin Gutawa, Badai Pasti Berlalu )

Anton : ( berbaring di ranjangnya, menatap langit-langit ) Itu lagu kesukaan Rumi, di putar aja berulang-ulang di komputernya,…tapi anehnya aku nggak pernah bosan ndengerinnya tuh, aku menjadi suka apa yang dia suka, dan aku menjadi benci apa yang dia benci.

Tonny : Lupakan dia deh Mas ( segera menghentikan permainan gitarnya )

Anton : Mainkan lagi Dik,...Ayo ah, enak banget dengerin sambil ngelamunin Rumi.

Tonny : Mama bisa jantungan kalau dengar anak sulungnya naksir berat ama lesbian.

Anton : Cuma kamu yang tau kan? Lagipula aku yakin, kamu takkan membocorkan rahasia ini ke Mama.

Tonny : Kalau kamu nekat melamarnya, nggak ada cara lain selain Mama harus tahu.

Anton : Rumi tidak tertarik denganku Dik. Katanya, bahkan kalau aku seganteng Nicholas Saputra.

Tonny : Ya iyalah, dia mungkin lebih tertarik sama Bik Leha pembantu kita yang berbuah dada daripada kaum kita!

Anton : Sialan…( melempar bantalnya ke muka Tonny )

Tonny : Rumi termasuk lesbian tipe apa sih Mas? Cowok? Cewek?

Anton : Androginy…perpaduan cowok cewek. Soal berpakaian sih masih normal kayak cewek, jadi nggak maskulin gitu…tapi perilaku dia ama aku nggak ada lembut-lembutnya. Salah tingkah juga hanya kalau di depan cewek yang cantik.

Tonny : Nggak ada masalah di kantormu? Bos dan rekan kerja?

Anton : Bos sudah tahu dari awal kalau Rumi lesbian…so what gitu loh...Bos berfikiran terbuka kok, siapa aja boleh kerja di kantor, asal dia cerdas dan ber prestasi. Mau dia banci kek…eh kalau pun ada banci yang diterima di kantor, mungkin aku sendiri yang ketakutan kali ya…

Tonny : Yah, secara tampang seperti kita kan emang target utama banci, hehehe.

Anton : Yang jelas Bos sendiri nggak ada masalah, kalau rekan kantor sih, awal-awalnya menjauh, terutama yang cewek, dulu mereka takut banget kalau di dekatin ama Rumi, sempat ada phobia Rumi deh di kantor, ya ampun…geer banget tuh cewek-cewek, walau Rumi lesbi, aku juga tahu selera dia tuh kayak apa, dan dia nggak mau juga pacaran ama cewek yang sekantor. Dia kan pengen kerja se profesional mungkin.

Tonny : Yah, kamu udah pernah cerita Mas.

Anton : Tapi setelah Rumi berhasil mendapatkan tender besar dari perusahaan di US, baru deh mereka yang tadinya sempat memandang sebelah mata, melakukan diskriminasi dan bahkan melecehkan, berbalik 180 derajat jadi mengagumi sosok Rumi, karena di balik penyimpangan orientasi seksualnya, dia adalah manusia yang sangat berharga, aset untuk perusahaan. Bos aja sekarang sayang banget ama dia.

Tonny : Iya…iya…apalagi buat Mas…segala-galanya kale,…

Anton : ( menoleh ke Tonny dan tersenyum ) Dik…jika kau jatuh cinta kepada seseorang, apa yang akan kau lakukan?

Tonny : He…( terpana ) Hmm…

Anton : Pasti kamu akan mencintainya sepenuh hatimu kan? Dan kau akan mencintai kekurangannya…yaah, walau aku tahu saat ini dia tidak tertarik kepadaku, tapi harapan dia akan berubah masih besar di hatiku…Bahwa Rumi akan menolehku dan mencintaiku…

Tonny : Tapi kata Mas, sekarang dia dah punya…hmm, pasangan?

Anton : Lily…tapi bagiku, dia adalah sosok misterius, terus terang aku curiga dengan dia Dik.

Tonny : Sepertinya dia takut kalau identitasnya sebagai seorang lesbian akan terkuak. Makanya dia selalu menjaga rahasia jati dirinya rapat-rapat. Mungkin Lily belum percaya diri seperti Rumi.

Anton : Apa yang bisa buat Rumi jatuh cinta dengan dia, Apa?! ( geram )

Tonny : Yang jelas karena dia wanita ( setengah bercanda dan nyengir ).

Anton : Aku nggak yakin dia benar-benar serius dengan Rumi, bahkan pernah terbersit di fikiranku, kalau dia adalah seorang mahasiswi normal yang sedang melakukan penelitian mengenai kehidupan lesbian, sehingga harus menyamar menjadi seorang lesbian, ah sialan!

Tonny : Hei…hei…itu kan baru di fikiranmu Mas, sudahlah nggak usah terlalu difikirkan, dah malam, bobok gih…

Anton : Oke, tutup pintu dan matikan lampunya ya Dik kalau kamu keluar.

Tonny : Mas, satu pertanyaan lagi yang sering buat aku penasaran…

Anton : Hmm…

Tonny : Apa yang membuat Rumi menjadi seorang lesbian?

Anton : Kenapa? Kamu masih berfikiran sempit ya Dik? Apakah salah menjadi seorang Lesbian? Selama dia tidak merugikan lingkungan di sekitarnya,… lebih baik hidup dengan sepuluh orang lesbian daripada dengan seorang koruptor atau maling.

Tonny : Bukan gitu Mas…aku hanya ingin tahu, Mas kan belum pernah cerita.

Anton : Banyak faktor Dik, tapi yang paling berpengaruh adalah waktu masih remaja, Rumi sering melihat Papanya menyiksa fisik dan psikis Maminya sebelum akhirnya mereka bercerai.

Tonny : Dia…dia cerita itu ke Mas?!

Anton : Iya, karena aku dianggap sahabatnya yang paling deket dan ngerti dia…mengecewakan memang ya Dik. Tapi nggak pa-pa, selama Rumi merasa nyaman bercerita denganku, itu juga sudah cukup, walau aku hanya dianggapnya sebagai seorang sahabat.

Tonny : ( menarik nafas panjang ) Ya sudahlah Mas…( mematikan lampu dan menutup pintu kamar Anton ).


Bersambung -->




Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:52 AM ¤ Permalink ¤ 25 comments
Saturday, November 10, 2007
Catatan pinggir seorang wanita ( 1 )

Suatu siang di hari Rabu, percakapan lewat YM


white_lily : say

black_dahlia : hi…Miz u

white_lily : MU2

black_dahlia : banyak kerjaan say?

white_lily : nggak juga…kenapa

black_dahlia : say…kita dah 2 bulan bareng…kamu nggak pengen ketemuan ama aku?

white_lily : hmm, pengen lah

black_dahlia : so? Lets make a plan…arrange the schedule…wiken ini yuk..ke Anyer

white_lily : jauh banget, Anyer

black_dahlia : mmm…nginep ya say…

2 minutes left

Buzz

black_dahlia : kok diem sii

white_lily : tadi ada bosku Sayang

black_dahlia : emang kenapa, ni aja banyak temen seliweran ke cubic aku, cuek aja lage, so what gitu lo…

white_lily : bukan gitu Sayang

black_dahlia : khawatir kalau ketahuan bahwa kita ini …..

white_lily : apaan, jangan mulai deh

black_dahlia : trus gimana? Ke Anyernya wiken ini

white_lily : dalam waktu deket ini aku lum bisa

black_dahlia : trus kapan…aku bosan lagi kalau cuman gini2 terus, ga ada perkembangan

white_lily : apa sih yang kamu butuhkan? Pengakuan publik apa…

black_dahlia : kok gitu sih? Itu namanya nuduh, aku kan ga mikir sejauh itu

white_lily : maaf Sayang, aku harus back to work nih…Bos tadi kesini kasih kerjaan setumpuk

black_dahlia : kamu cinta aku ga sih?

white_lily : masih perlu jawabanku? Iya iya iya iya iya IYA, dah dulu ya, muach

black_dahlia : muach, baibai



Rumi menutup layar YM nya setelah terlebih dahulu sign out. Di ambilnya memo dan ditulisnya sebaris nama yang sudah 2 bulan ini menghiasi hari-harinya, mencerahkan hatinya.

white_lily

Dari belakang, rekan satu cubicnya, Anton, menepuk pelan punggung Rumi.


Anton : Sepertinya hubunganmu dengan Lily lancar-lancar aja ya

Rumi : Sst ah…nanti ada yang dengar loh

Anton : Nggak, tadi aku keluar, anak-anak masih pada sibuk, tenang aja deh

Rumi : Dia lum ada waktu buat ketemuan, sebel…

Anton : Kalian belum pernah tukeran foto ya?

Rumi : ( menggelengkan kepalanya )

Anton : Nekat banget sih.

Rumi : Tapi aku percaya ma dia kok, kamu tau kan, komunitas seperti aku dan dia itu kan jarang di sini, tapi entah kenapa, hatiku ini dah mantap saja ama dia.

Anton : Cinta platonis ah…hati-hati lho Rum, mending ama yang nyata-nyata aja, kayak aku gitu kek…

Rumi : Sorry yah, aku gak mood ama mahluk berjakun, walau gantengnya kayak Nicholas Saputra juga

Anton : Hehehe, beneran deh, kalau Lily udah kopdaran ama kamu, dia pasti bakal jatuh cinta banget

Rumi : Kami udah saling jatuh cinta lagi…

Anton : Ya…berarti tambah cinta lagi dianya, tapi entah kamunya! Hehehe

Rumi : Aku gak lihat fisik kok, dia mau nerima aku apa adanya aja dah cukup.

Anton : ( tersenyum )

Rumi : Ada apa sih? Kok ngeliatin aku gitu?

Anton : Nggak…ada kalanya aku ngerasa God isnt fair.

Rumi : Apaan sih? Dah yuk, aku mau ke bawah, beli makanan, mo nitip apa?

Anton : Perlu aku temani? Tadi aku lihat di bawah rame…hmm, ada trio bawel juga dari kantor AB Asuransi.

Rumi : Terus? Kita akan membuat sandiwara untuk menunjukkan…hmm, I am a normal woman?

Anton : Eh,… ya nggaklah…tapi kan

Rumi : Udahlah,…kalau mereka terlalu bawel, biar aku pacarin satu-satu.

Anton : ( menghela nafas )


@ Cafetaria, masih di Rabu yang sama,


Rumi : Twister ama teh kotak mbak.

Mbak : Twister masih di box nih, saya bukain dulu ya sebentar.

Rumi : Ya Mbak

Lola : Hai Ru…mi

Rumi : Oh hai La..Sha, Nadia…

Marsha : Gabung ama kita yuk.

Rumi : Mmm, nggak deh, aku cuman sebentar kok…masih banyak kerjaan.

Nadia : Rum…menurut lo, kita-kita ini cantik nggak?

Lola dan Marsha : Hihihi…

Rumi : ( melirik sekilas ) Mayan lah…

Nadia : Hu uu…mayan ya…ngeri dong…

Lola : Kok ngeri…Napa Nad? ( tersenyum-senyum penuh arti )

Nadia : ( berbisik pelan ke Lola dan Marsha tapi matanya melirik ke arah Rumi ) Bisa-bisa kita di ajak kencan…

Marsha : Aihhh, amit-amit dah, hehehe

Lola : Jangan ama kita lho Rum…kita kan masih suka cowok…

Nadia : By the way, si ganteng tuu…sapa ya namanya…itu lho Rum yang suka ke kantin ama lo…

Marsha : Anton?

Nadia : Ya…ya…Anton, hmm, salamin buat dia yah, dari Lola.

Lola : ( mukanya merah , mendelik genit kepada Nadia ) Sialan lo…

Nadia : Jangan takut La..Rumi kan nggak minat ama yang ganteng…hahaha

Mbak : Ini Mbak, Twister ama Teh Kotaknya.

Rumi : Terimakasih ya, ini uangnya.

Lola kepada 2 temannya : ( berbisik ) Ngapain sih lo bilang-bilang ama dia kalau gue naksir temennya.

Rumi : ( berjalan mendekati trio bawel ) Hmm, dari dekat emang kalian lumayan banget, tapi sayang...selera Gue masih normal…tentu saja nggak minat ama cewek yang cari uang dengan ngandelin tampang! Sii yuu semua…



Bersambung



Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:49 AM ¤ Permalink ¤ 16 comments
Monday, November 05, 2007
After the rain


Aku tulis sajak ini kala malam menitipkan kasih,
Kala geriap daun yang menelisik usai gerimis tipis,
Dahan mengurai senyumnya setelah seharian menaungi terik,
Musim membiarkan mimpinya sembunyi di relung dalam,
Hanya bibir yang kadang gemetar...mengisyaratkan rindu yang tak tertahankan...


Hudie

Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 10:10 AM ¤ Permalink ¤ 29 comments
Friday, November 02, 2007
Launching Baby's Blog

Hai semua....mau promosi blog adsensenya Baby nih...silahkan berkunjung ya, di sini alamatnya barbie-baby.blogspot.com....alhamdulillah kalau ada yang mau klik2 iklannya *hehehe*
Isinya tentang Princess Barbie, Barbie Dolls, Barbie Toys, Barbie Accessories, Barbie Fashion, Barbie Music, Barbie Movie, Barbie Game and others thing about Barbie's World *sayang anak...sayang anak*
Tapi saya yang udah gak anak2 lagi,masih juga suka main game Barbie yang ada di blog itu ..seperti yang di gambar atas...bisa bikin kue, bisa pasang2 baju *hahaha, mayan lho buat obat suntuk*

Special thanks untuk Mas Ocha sebagai creator, designer, motivator...( U r the best lah Mas ... )

Sekalian juga deh, mau launching blog Design Interior di my-interior-design.blogspot.com
Kunjungi sekalian ya.... :P thanks...




Lanjutan bisikan si angin...
 
posted by angin-berbisik at 9:03 AM ¤ Permalink ¤ 19 comments